Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wartawan Sepakat Boikot Rilis dari Polda Gorontalo

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Gorontalo Headline , pada Kamis, 15 Oktober 2020 | 18:57 WITA Tag: , ,
  Ratusan wartawan di Gorontalo menggelar unjuk rasa di depan Mapolda Gorontalo, Kamis (15/10/2020). (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Wartawan se Provinsi Gorontalo sepakat untuk memboikot pemberitaan dari Mapolda. Itu jika tidak menindaki aparat Kepolisian yang melakukan tindakan represif terhadap wartawan saat meliput aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa pada Senin (12/10/2020).

Kesepakatan ini diputuskan melalui aksi yang digelar pada Kamis (15/10/2020) di depan Mapolda Gorontalo. Ratusan wartawan ini, menggelar unjuk rasa dengan tuntutan meminta kepada anggota Kepolisian yang lakukan tindakan represif itu, diberi sanksi tegas.

BACA  Pemprov - Deprov Gorontalo Sepakati Ranperda Protokol Kesehatan

“Kedatangan kami di sini, guna meminta Kapolda Gorontalo mengusut tuntas tindakan represif salah seorang oknum Kepolisian terhadap kawan-kawan wartawan saat meliput unjuk rasa. Namun sangat disayangkan Kapolda maupun Wakapolda Gorontalo tidak bisa menemui kami sehingga kami sangat kecewa,” tutur Koordinator Aksi, Helmi Rasyid.

Dua orator Helmi Rasyid dan Yudistirahman Saleh saat berorasi pada unjuk rasa wartawan di Mapolda Gorontalo. (Foto Natha/HARGO)
Dua orator Helmi Rasyid dan Yudistirahman Saleh saat berorasi pada unjuk rasa wartawan di Mapolda Gorontalo. (Foto Natha/HARGO)

Lebih lanjut Helmi Rasyid mengungkapkan, selain tindakan represif, para wartawan juga merasa gerah karena produk mereka oleh Polisi dianggap hoax atau bohong. Padahal pemberitaan yang diterbitkan sudah berdasarkan kenyataan atau fakta yang terjadi di lapangan.

BACA  Lewat HUT ke 75 TNI, Ini Pesan Korem 133/NWB Tentang Covid-19

“Kami merasa tidak dihargai karena produk jurnalis yang kita terbitkan dianggap berita hoax. Kamis sepakat untuk memutuskan mitra kerja dengan memboikot peliputan di Polda Gorontalo dan jajaran sebagai bentuk kekecewaan kami,” ungkap Helmi Rasyid.

Gabungan wartawan se Provinsi Gorontalo itu juga menegaskan, hanya akan kembali bermitra dengan pihak Kepolisian di Gorontalo, jika Kapolda menindak personelnya yang melakukan tindakan represif

BACA  Berhasil Lobi Bantuan ke Gorontalo, Kinerja Idah Diapresiasi Mitra Kerja

Dalam aksi itu gabungan wartawan di Gorontalo juga melakukan aksi tabur bunga di atas id card sebagai tanda matinya kebebasan pers di Gorontalo.

Walaupun sempat kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Kapolda dan Wakapolda Gorontalo, usai menyampaikan aspirasinya gabungan wartawan se Provinsi Gorontalo itu kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Gelaran aksi damai tersebut juga dilakukan dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan dalam rangka mencegah penularan wabah Covid-19. (zul/lya/hg)

 


Komentar