Kamis, 8 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Waspada Anthraks! Kabgor Divaksinasi 1.752 Ekor Sapi

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Senin, 30 April 2018 | 11:17 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Kabupaten Gorontalo waspada terhadap kasus Anthraks. Sejak awal tahun 2018 hingga saat ini, sebanyak 1.752 ekor sapi di Kabupaten Gorontalo sudah di vaksinasi.

Sebelumnya, di tahun 2016 hingga tahun 2017 tercatat sudah 11.627 sapi yang di vaksin. Upaya vaksinasi ini dilakukan tak lain untuk mencegah terjadinnya merebaknya wabah Anthraks seperti yang sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Melihat Kabupaten Gorontalo memang merupakan daerah endemik Anthraks sejak tahun 2016. Hal ini terbukti pada 2016 lalu terjadi 9 kasus kematian sapi, dan menjadi 1 dari 11 Provinsi di Indonesia yang tertular Anthraks. Fakta ini mendorong Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo terus melakukan upaya vaksinasi yang dilakukan setiap enam bulan sekali.

BACA  Terbukti Efektif, Vaksin AstraZeneca Digunakan Korsel untuk Lansia

“Memang kami dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo terus mengupayakan pelayanan vaksinasi khususnya di daerah-daerah yang tertular Anthraks. Sedangkan untuk daerah yang tidak tertular masih diamankan dengan pelayanan-pelayanan kesehatan biasa”,kata salah satu dokter hewan di Kabupaten Gorontalo, drh. Asrieana S. Dunggio saat diwawancarai Gorontalo Post baru-baru ini.

Selain itu tambah Asrieana, vaksinasi ini dilakukan oleh dokter hewan yang ada di Kabupaten Gorontalo bersama tim lapangan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo.

BACA  Polisi Ciduk Pasangan Kekasih yang Produksi Konten Asusila di Bogor

Tim mendatangi langsung tempat-tempat yang positif tertular Anthraks seperti Kecamatan Bongomeme, Kecamatan Limboto, Kecamatan Tibawa, Kecamatan Limboto Barat, Kecamatan Batudaa, Kecamatan Telaga Biru, Kecamatan Telaga Jaya, Kecamatan Pulubala, Kecamatan Tabongo, dan Kecamatan Dungaliyo.

Vaksin diberikan kepada setiap sapi dengan mengaplikasikannya di bawah kulit, dimana dosis untuk satu ekor sapi sebanyak 1cc. Hal ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi berulang setiap enam bulan sekali, sepanjang umur sapi.

BACA  Gelar Patroli, Polres Pohuwato Sita Puluhan Botol Miras

“Penyakit Anthraks ini memang penyakit yang tidak bisa diberantas karena dia berkembang melalui spora yang bisa mengendap di tanah. Sehingga sekali kena Anthraks, satu-satunya jalan bagi sapi untuk kebal terhadap Anthraks adalah vaksinasi rutin setiap enam bulan sekali sepanjang umurnya”, ucap drh.

Asrieana. Lebih lanjut Asrieana S. Dunggio juga mengatakan, vaksinasi ini sangat penting dilakukan. Karena untuk kasus Anthraks, tidak ada pencegahan dan penanganan lain selain vaksinasi yang bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh sapi agar kebal terhadap Anthraks.

Laman: 1 2


Komentar