Kamis, 9 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Waspada! Ini Penyebab Tifus yang Jarang Diketahui

Oleh Tirta Gufrianto , dalam LifeStyle , pada Senin, 15 November 2021 | 04:05 AM Tag: , ,
  Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI. foto : tangkapan layar

Hargo.co.id, JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam dr. Suzy Maria, Sp.PD, K-AI mengungkapkan penyebab penyakit demam tifoid atau tifus.

Tifus disebabkan karena bakteri Salmonella thypi yang mengkontaminasi makanan. Kemudian bakteri itu menginfeksi saluran cerna lalu menyebabkan munculnya gejala-gejala khas demam tifoid pada tubuh.

“Setelah menginfeksi masuk ke aliran darah dan terjadilah gejala demam. Masuknya lewat saluran cerna tetapi gejalanya bisa satu badan,” kata dokter Suzy sebagaimana dilansir GenPI.co, (12/11).

Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Alergi dan Imunologi Indonesia penularan tifus bukan hanya dari makanan atau minuman, melainkan tangan yang terkontaminasi bakteri, lalu mengkontaminasi makanan.

Dokter Suzi juga mengatakan, seseorang yang terinfeksi nantinya menularkan bakteri melalui feses atau kotorannya dan menginfeksi orang lain.

Dia menjelaskan, gejala yang dialami sangat bervariasi mulai dari ringan hingga berat yang mengancam jiwa.

Pasien tifus pada umumnya mengalami mual, muntah, diare, diare berdarah, sulit buang air besar (BAB), lemas, demam yang semakin hari semakin tinggi, batuk kering.

Selain itu juga ada gejala lainnya, yakni kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan muncul ruam pada kulit berupa bintik berwarna merah.

“Kalau berat bisa bocor di usus, zat-zat racun sampai ke otak, orangnya sampai tidak sadar,” kata Suzy.

Suzi juga mengatakan, ada orang yang semata menjadi pembawa (carrier) dan tidak mengalami gejala apa pun.

Namun tubuhnya sudah terkontaminasi bakteri penyebab demam tifoid. Di Indonesia demam tifoid termasuk endemis.

Penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun tidak dipengaruhi musim. Ada pun kasus penderita tifus sekitar 51-148 setiap 100.000 penduduk per tahun.

Bila foodborne diseases ini tak segera ditangani secara benar, bisa menyebabkan kematian. Sementara itu, angka fatalitas akibat demam tifoid sekitar 1 persen.

“Sebanyak 600-1500 kasus kematian akibat demam tifoid yang terlanjur mengalami komplikasi,” ucapnya.(GenPI.co)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di GenPI.co, dengan judul: “Jarang Diketahui, Ini Penyebab Tipes yang Harus Diwaspadai“. Pada edisi Jumat, 12 November 2021.
(Visited 16 times, 1 visits today)

Komentar