Selasa, 7 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Waspada Online Travel Agent Ilegal

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Rabu, 14 Desember 2016 | 13:20 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) meminta pemerintah harus mengawasi maraknya Online Travel Agent (OTA) ilegal.

Pasalnya, selain tidak memiliki legalitas hingga memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara, OTA ilegal juga akan merugikan konsumen, termasuk juga pemerintah.

“Mereka tidak memiliki kantor, tidak punya izin resmi ataupun berbadan hukum, tidak membayar pajak dan lain-lain.

Modal mereka, hanya website dan atau akun sosial media seperti facebook, instagram dan lain-lain,” jelas Ketua ASITA Gorontalo, Marten Chandra, belum lama ini.

Menurutnya, mereka memiliki cara tertentu untuk mengakali traffic yakni dengan kata kunci di mesin pencarian seperti google dan yahoo.

BACA  Honda Beri Promo Khusus Bagi Aparatur Negara, BUMN dan Tenaga Medis

Olehnya, ketika seseorang mencari kata kunci seperti tour Gorontalo, atau Manado, atau tour Makassar dan lainnya, maka akan muncul website travel-travel mereka.

“Ini menimbulkan banyak resiko yang ketika pelanggan yang memesan dari travel online ilegal tersebut dirugikan atau ditipu, pelanggan tidak memiliki dasar yang kuat, lemah, serta rentan ditipu,” kata Marten.

Hal ini tentunya, lanjut dia, akan menimbulkan kompetisi yang tidak sehat. Olehnya, pihaknya mewakili ASITA meminta pemerintah untuk menertibkan pelaku OTA ilegal tersebut terkait dengan legalitasnya, pajaknya dan kewajiban lainnya yang harus dilakukan perusahaan,.

BACA  Diskon Harga Kamar, Bisnis Perhotelan Mulai Bangkit

“Kalau dibiarkan, maka pada akhirnya yang rugi adalah konsumen dan pemerintah,” sebutnya. Penertiban ini harus dilakukan sedini mungkin. Karena jika dibiarkan menjamur, maka pemerintah akan lebih sulit lagi.

“Kalau kantornya saja tidak jelas dimana, bagaimana mau diatur.

Bahkan, ada yang nama travelnya “Tour Gorontalo” dan lainnya tapi domisili online travel agent ini di kota lain. Dan ini tidak berkantor, hanya di rumah,” tegas owner TX Travel Gorontalo ini.

Belum lama ini, ASITA pun menyampaikan keluhan anggotanya terhadap keberadaan OTA tersebut, dimana suatu ketika salah satu instansi pemerintah memiliki program perjalanan ke luar daerah.

BACA  Terdampak Pandemi Covid-19, Sandi: 47 Persen UMKM Indonesia Gulung Tikar

Akan tetapi, instansi tersebut mengambil travel agent dari daerah lain, “Padahal, kami di Gorontalo pun bisa. Jangankan hanya ke Bali, Batam atau Jogja,

ke Eropa dan Amerika pun travel agent di Gorontalo sudah bisa. Kenapa tidak memanfaatkan yang di depan mata dan jelas kantornya.

Dan lagi seharusnya instansi setempat saling mendukung perusahaan lokal, supaya bisa hidup dan uangnya berputar lagi di Gorontalo,” tandasnya.(axl/hargo)


Komentar