Minggu, 20 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Waspada!! Pebobolan mobil Masih Sering Terjadi

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 18 Juli 2017 | 13:01 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Masih ingatkah kasus pembobolan mobil yang terjadi di jalan Gelanggang 23 Januari yang menggasak uang Rp 300 Juta, Desa Hulawa, Telaga, Kabupaten Gorontalo, Kamis (13/7) pekan lalu ? Kasus yang masih terus diselidiki pihak kepolisian ini merupakan deretan panjang aksi pembobolan mobil dengan modus memecahkan kaca dan belum juga terungkap hingga saat ini.

Masyarakat Gorontalo diminta untuk tetap waspada agar kejadian serupa tidak terulang. Sejak pembobolan mobil yang membuat gaji karyawan PT Putra Kencana Rp 300 Juta ini raib, sebagian besar masyarakat Gorontalo masih terus menanti siapa saja dalang dari peristiwa tersebut.

BACA  DPRD Minta Aset Daerah di Lokasi Wisata Harus Diperjelas 

Pasalnya, jika kasus ini tidak juga terungkap, maka bukan tidak mungkin akan ada lagi masyarakat yang menjadi korban dari kelompok sindikat ini.

Sejumlah warga dan tokoh masyarakat Gorontalo pun meyakini bahwa kelompok spesialis pembobol mobil ini merupakan sindikat yang terorganisir dan sangat lihai di bidangnya sehingga sulit untuk diungkap.

Bicara soal sindikat, biasanya kelompok tidak hanya terdiri dari tiga atau empat orang saja, bisa jadi mereka lebih dari itu dan tersebar di beberapa penjuru yang dinilai menjadi tempat-tempat strategis, misalnya perbankan. Mereka sangat terorganisir dengan memiliki peran mulai dari penyamaran, memata-matai hingga eksekusi di lapangan.

BACA  Menuju Porwanas di Malang, PWI Gorontalo Siap Pantau JMSC

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya dalam berbagai kesempatan menghimbau kepada masyarakat agar tidak sungkan-sungkan melibatkan aparat kepolisian dalam bertransaksi tunai dalam jumlah yang besar, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Bahkan, dalam sebuah kesempatan silahturahmi dengan pihak Bank Indonesia perwakilan Gorontalo, beberapa waktu lalu, Yan Budi Jaya sempat menyampaikan bahwa jika masyarakat ingin membutuhkan pengawalan dari kepolisian, maka tidak akan dikenakan biaya apapun karena ini merupakan masalah kewajiban dari institusi Tribrata sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

BACA  Dreambox, Tempat Nongkrong Kekinian Berkonsep Mengenang Impian

Namun demikian, yang paling penting adalah kewaspadaan. Minimal mulai dari diri sendiri. Mengingat dari berbagai kasus yang terjadi, kelompok pembobol mobil ini sering memanfaatkan kelengahan para korbannya. Mereka memecahkan kaca mobil saat korban tidak berada di tempat, walaupun hanya ditinggal sejenak.(tr-54/hg)

 


Komentar