Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wawali Budi Doku: Saya Dukung Kalau Pelaku Dikebiri

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 29 Maret 2017 | 22:23 WITA Tag: , , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Kecaman terhadap aksi cabul yang diduga dilakukan kepala panti asuhan Al Hijrah, IS (42) terus bermunculan.

Tak terkecuali Wakil Walikota Gorontalo Budi Doku. Ia mengaku sangat terkejut dengan adanya kasus cabul di wilayah Kota Gorontalo yang terjadi di lingkungan panti asuhan, dan pelakunya diduga adalah kepala panti itu sendiri.

“Saya sangat sesalkan, nama panti asuhannya adalah Al Hijrah tapi pelaku pimpinannya seperti itu,”tegas Budi Doku kepada Gorontalo Post, Senin (28/3).

Ia mengatakan, proses hukum terhadap pelaku tak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab jika terbukti berasalah, maka prilaku kriminal IS sang kepala panti sangat memalukan. Budi Doku lantas menyatakan mendukung jika nanti hukuman yang diberikan kepada pelaku, tidak hanya pidana penjara namun juga hukuman kebiri.

BACA  Ini Kata Warga Miranti Tentang Kualitas Bantuan Pemprov Gorontalo

Sebagaimana yang diatur dalam Undang-udang Perlindungan Anak. Hukuman kebiri menurut Wawali juga bisa memberikan efek terhadap perilaku pedofilia lainya.

“Saya dukung kalau pelaku dikebiri,”tegas Wawali geram. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk menangani persoalan ini. Terkait dengan keberadaan panti asuhan, Wawali Budi Doku telah menginstruksikan Dinas Sosial untuk melakukan pendataan dan pemindahan anak-anak panti.

BACA  Polisi Amankan 52 Remaja Saat Rayakan Pergantian Tahun di Bukit Peapata

Sebelumnya, Polda Gorontalo menjerat IS yang telah ditetapkan tersangka itu dengan pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Namun tidak menutup kemungkinan, pria IS juga akan dikenakan pidana kebiri sebagaimana ketentuan pasal pasal 81 (7) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) nomor 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

BACA  Gubernur Resmikan Jembatan Molintogupo

Tidak saja, itu masa pidana penjara bagi pelaku juga akan ditambah 1/3 dari hukuman yang ada, karena status tersangka sebagai pengasuh anak.

“Jika kita baca penjelasan Perppu tentang perlindungan anak, hukuman tesangka dapat ditambah 1/3 dan tersangka dapat dikenakan pasal kebiri jika nanti terbukti di pengadilan korbannya lebih dari satu,”ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Gorontalo AKBP Ary Donny Setiawan. Menurut AKBP Ary Donny yang memutuskan dikebiri atau tidak adalah pengadilan. (wan/hargo)


Komentar