Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wawancara Khusus dengan Rider Baru Repsol Honda Alex Marquez

Oleh Admin Hargo , dalam Moto GP , pada Rabu, 5 Februari 2020 | 14:34 Tag: ,
  Dua pembalap Repsol Honda Marc Marquez (kiri) dan adiknya Alex Marquez pada peluncuran tim untuk MotoGP musim 2020 di Jakarta (4/2). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

Hargo.co.id – Marc dan Alex Marquez bersatu di Repsol Honda pada musim ini. Alex adalah rookie. Sedangkan Marc adalah juara bertahan. Tekannya tentu berat. Bagaimana respon Alex terhadap persaingan dengan kakaknya? Berikut penuturan Alex dalam wawancara khusus dengan para jurnalis di Jakarta, kemarin (4/2).

Bagaimana rasanya menjadi rookie dan berada satu tim dengan kakak sendiri?

Aku sangat excited. Saat masih kecil, aku tidak pernah membayangkan bisa berada satu tim dengan kakakku sendiri. Ini akan menjadi sejarah dan ini mimpi yang menjadi kenyataan. Ada banyak hal yang akan kami lakukan. Saya akan tetap profesional. Ini luar biasa.

Kamu sudah mencoba RCV dalam tes akhir musim lalu, plus shake down test di Sepang, Malaysia. Gimana adaptasinya?

Saya datang dari Moto2. Menurut saya, mesinnya tidak terlalu buruk. Saya mencoba improve dan mencoba mempelajari motor ini. Saya menggali informasi dari Marc, Cal (Crutchlow), dan (Takaaki) Nakagami. Mereka tahu ini adalah debut dan saya belajar dari mereka. Feeling pertama sih bagus banget. Dari Valencia, Jerez, hingga sesi shake down test kemarin feeling-nya selalu bertambah baik. Saya senang memulai musim dengan tim ini, dan dengan motor ini.

Sebagai debutan MotoGP, apa targetmu musim ini?

Belum ada. Saat ini pramusim saja belum selesai. Kami mau fokus di situ (pramusim) dulu. Karena nanti persiapan 100 persen untuk MotoGP di Qatar. Kami akan lihat setelah itu.

Secara umum, apa harapan kamu musim ini?

Saya berharap bisa memanfaatkan peluang dengan baik, belajar secepat yang kubisa. Selain itu, tetap enjoy. Kadang-kadang ini tidak hanya soal talent, tetapi tentang kerja keras meraih yang terbaik. Tahun ini bakal sangat kompetitif.

Kamu sering diskusi soal motor dengan Marc?

Enggak juga. Aku masih harus belajar banyak hal dan aku nggak bisa komplain tentang sesuatu yang ada di motor atau sesuatu yang kubutuhkan. Aku harus menemukan limitku sendiri dan bisa menyelesaikan masalah sendiri.

Mungkinkah kamu mengalahkan Marc di balapan?

Pada akhirnya, tim ini akan jadi juara MotoGP. Tapi, kami butuh bekerja dan berusaha lebih dengan tim. Mengalahkan Marc bukanlah targetku saat ini.

Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo bilang, kamu itu pelengkap buat Marc dan bukannya melengkapi Marc. Bagaimana pendapatmu?

Pada akhirnya, aku akan mencoba mencari jalan sendiri dan mencoba tidak memikirkan apa yang orang bilang tentang aku. Aku akan menjadi rival buat Marc. Tapi, objektif saja, nggak akan mudah mengalahkan Marc. Dia sudah punya banyak pengalaman dan menang banyak gelar.

Ada yang bilang kamu di Honda karena Marc?

Aku sudah di Honda saat jadi juara Moto2.

*Berita ini juga terbit di jawapos.com edisi rabu 5 februari 2020

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar