Rabu, 28 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wilayah Blank Spot Dibolehkan Belajar Luring, Dikbudpora : Protokol Kesehatan Tetap Jalan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 12 Oktober 2020 | 14:35 WITA Tag: , ,
  Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Yosef Koton. (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah di Gorontalo membolehkan sekolah untuk melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka atau Luar Jaringan (Luring) di tengah pandemi Covid-19. Namun, sistem ini hanya berlaku untuk sekolah yang berada di wilayah blank spot atau tidak terjangkau jaringan internet.

Ini sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo, Yosef Koton, saat menjadi nara sumber pada talk show yang mengangkat tema, Covid-19, belajar belum merdeka yang ditayangkan di kanal Youtube Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Senin (12/10/2020).

BACA  Pedagang Ikan Keliling Terima Bantuan Motor Coolbox dari Pemprov

“Nah, bagi yang tidak punya HP atau wilayah yang tidak ada signal, ini dilakukan secara Luring. Tapi pembelajarannya diluar sekolah,” ujar Yosef Koton.

Sebelum melaksanakan sistem pembelajaran tersebut, kata Yosef Koton, setiap guru atau wali kelas membagi kelompok. Setiap kelompok, maksimal 10 orang siswa dan tidak bisa lebih.

BACA  Puskesmas Ujung Tombak di Tengah Pandemi Covid-19

“Satu kelompok empat sampai sepuluh orang, lalu kemudian gurunya datang ke lokasi yang ditentukan, lalu mengajar disitu. Sehingga, pembelajaran itu tetap berlangsung,” tandas Yosef.

Dalam melaksanakan pembelajaran Luring itu, lanjut Yosef Koton, seluruh sekolah ditekankan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Siswa menjaga jarak saat belajar, peserta belajar mengajar wajib cuci tangan dan menggunakan masker.

BACA  Sekda Harap, Pokja PKP Ciptakan Sinergitas antar Sektor

“Menerapkan protokol kesehatan di pembelajaran Luring selalu kami ingatkan kepada setiap kepala sekolah yang selanjutnya diteruskan ke guru-guru. Kami juga meminta kepada guru-guru, kalau ada siswa yang kurang sehat atau bergejala, tidak diikutkan,” pungkas Yosef.(HARGO)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar