Jumat, 15 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wiranto: Demi Melindungi Rakyat, Kami Butuh Cara Keras

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 30 Mei 2017 | 08:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id BOGOR – Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan perlawanan terhadap aksi terorisme telah menjadi kesepakatan internasional.

Karenanya pemerintah harus mengambil peran utamanya untuk melindungi seluruh rakyat dari kekejaman pelaku teror.

Semua negara, lanjut mantan Panglima ABRI itu, memiliki kompetensi untuk menghadapi setiap aksi terorisme.

Bahkan sudah ada rencana untuk membuat pemetaan bersama mengenai anatomi jaringan teror internasional.

BACA  Bio Farma Akan Pastikan Keamanan dan Kualitas Vaksin Covid-19

“Kita di Indonesia tentu juga bagian dari itu. Kerja sama internasional sudah disetujui, masa kita tidak melawan secara total,” kata Wiranto di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (29/5).

Karenanya, lanjut jenderal TNI (Purn) itu, semua elemen bangsa harus dilibatkan, baik mulai dari masyarakat, Polri, TNI dan instrumen lainnya.

BACA  Kominfo Minta Masyarakat Hati-hati Memilih Layanan Online

Untuk itu dia berharap keterlibatan TNI dalam memerangi teror didukung secara total.

“Jangan biarkan aparat keamanan dengan tangan terborgol melawan teror itu. Ini yang dirugikan rakyat, yang diserang rakyat. Kami harus lindungi rakyat kita dengan cara-cara yang cukup keras, cukup tegas dan membuat teror di negeri kita habis,” tegas dia.

Di sisi lain, Wiranto mengajak masyarakat memahami kondisi terkini.

BACA  Akhirnya MUI Tetapkan Fatwa Halal Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac

Di mana aksi terorisme internasional sudah semakin dekat ke tanah air, yakni di Filipina.

“Ini kan dekat sekali dengan Indonesia. Kita harus segera bangun suatu undang-undang yang tegas, keras, untuk melawan teror itu,” ujar Wiranto, sembari menyebut keinginan Presiden Joko Widodo agar pembahasan RUU Antiterorisme di DPR bisa dipercepat.(hg/fat/jpnn)


Komentar