Senin, 18 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wisata Religius di Madinah Diminati Selama Ramadan

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Dunia , pada Senin, 5 Juni 2017 | 07:00 AM Tag: , ,
  

Hargo.co.id MADINAH – Tempat-tempat bersejarah terkait dengan Rasulullah SAW yang ada di kota Madinah, menjadi objek religius dan historis yang banyak dikunjungi para peziarah selama bulan suci Ramadan.

Tempat-tempat ini menjadi tujuan populer bagi pengunjung sebelum mereka bertemu untuk berbuka puasa di lapangan umum, menikmati layanan luas yang ditawarkan pemerintah kepada dua Masjid Suci sepanjang tahun.

Selama bulan suci Ramadan, kunjungan dilakukan ke tempat-tempat bersejarah yang jauh, meski suhu musim panas mencapai setinggi 50 derajat di siang hari.

Wisatawan juga menziarahi masjid Quba, Qiblatain, Al-Khandaq, Al-Ghamama dan Al-Ijaba, serta alun-alun makam suhadar Uhud dan Kompleks Percetakan Alquran Raja Fahd.

Situs terkenal ini terhubung ke masa-masa gemilang yang dimulai sejak 14 abad yang lalu.

Perjalanan layak dilakukan, mengingat masjid dan situs bersejarah telah ditangani dengan baik oleh Kementerian Urusan Islam. Ini memastikan bahwa pengunjung menikmati fasilitas modern, seperti AC, air, sistem pencahayaan di dalam dan di luar masjid, terutama selama bulan Ramadan dan Haji yang biasanya jumlah peziarah dan pengunjung meningkat luar biasa

Walikota Madinah juga memastikan bahwa kebun dipelihara dengan baik dan pedagang kaki lima yang menjual makanan memenuhi standar higienis yang dipersyaratkan, sementara petugas keamanan mengambil semua tindakan untuk memastikan perjalanan yang aman bagi pengunjung ke tempat-tempat religius dan sejarah ini.

Masjid Quba merupakan daya tarik kedua yang paling populer bagi peziarah setelah Masjid Nabawi, menjadi masjid pertama yang dibangun oleh Nabi, yang biasa mengunjunginya dan berdoa di dalamnya pada hari pertamanya Hijrah ke Madinah. Masjid Itu sempat beberapa kali direnovasi.

Bus dan kendaraan lain berkumpul di alun-alun makam suhada Uhud, yang setiap tahun menjadi tempat berkumpulnya sebagian besar umat Islam dari mancanegara.

Masjid Sayyid Al-Shuhada, dianggap masjid terbesar di Madinah karena dapat menampung 15.000 pemuja, dibangun di alun-alun yang sama.

Ini juga merupakan tempat makam seorang suhada Uhud dari kalangan sahabat Nabi.(hg/arab news/zar/jgp/pojoksatu)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar