Minggu, 29 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wow! Ternyata Ada Ratusan Miliarder di Gorontalo, Punya Tabungan Diatas Rp 1 M

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 16 Juni 2017 | 12:34 WITA Tag: , , , , , ,
  


GORONTALO Hargo.co.id – 17 tahun berpisah dari Sulawesi Utara sejak 2000 silam, provinsi Gorontalo secara bertahap terus menikmati faedah dari pemekaran itu. Pembangunan di Gorontalo makin bergeliat.

Selain itu, tujuan utama pemekaran yaitu mensejahterakan rakyat secara perlahan mulai dicapai. Berangkat dari angka kemiskinan sekitar 30 persen saat Gorontalo pertama kali berdiri menjadi provinsi ke 34 di Indonesia, lambat laun angka kemiskinan bisa ditekan hingga berada pada kisaran 17 persen pada saat ini.

Perbaikan tingkat kesejahteraan ini berbanding lurus dengan angka pertumbuhan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir yang selalu bertengger dikisaran 6-7 persen. Pada triwulan pertama 2017, angka pertumbuhan ekonomi Gorontalo mencapai 7,27 persen atau berada diatas angka nasional 5,01 persen.

Sektor ekonomi yang bergeliat ini tentu berpengaruh pada perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat. Sehingga jumlah orang kaya di Gorontalo saat ini sudah mencapai ratusan orang. Data yang diperoleh Gorontalo Post (grup hargo.co.id) menyebutkan, masyarakat yang memiliki tabungan diatas Rp 1 miliar mencapai 253 nasabah.

BACA  Tekan Penyebaran Covid-19, Ini yang Dilakukan Dinkes Pohuwato

Tabungan para milioner Gorontalo ini tersebar di sejumlah perwakilan bank di Gorontalo. Data Bank Indonesia (BI) perwakilan Gorontalo triwulan I 2017 menyebutkan, jumlah rekening dengan angka diatas Rp 1 Miliar paling banyak di Kota Gorontalo yang mencapai 201 rekening, satu rekening bahkan menempati posisi pada Rp 10-15 miliar. Jumlah tersebut bisa saja lebih dari itu. Pasalnya, warga Gorontalo yang memiliki rekening di luar kantor perwakilan bank di Gorontalo tidak tercatat di daerah ini.

Sama halnya dibagi dengan komposisi per nilai penempatan. Tercatat, jumlah rekening minimal Rp 1 Miliar yang paling banyak berada di kantor perwakilan perbankan yang ada di Kota Gorontalo. Sementara, misalnya di Bone Bolango dan di Gorontalo Utara (Gorut) yang minim kantor cabang perwakilan bank, tak satu pun rekening yang memuat tabungan lebih dari Rp 1 Miliar.

BACA  Sirkulasi Udara di Mapolsek Bone Raya Harus Dijaga

Bisa jadi, orang-orang berduit di dua daerah tersebut, bahkan di beberapa daerah lainnya di Gorontalo, membuka rekening di wilayah Kota Gorontalo yang mayoritas bank membuka kantor cabang plus pelayanan yang tentunya lebih maksimal.

Meski demikian, pemerintah meminta pemilik rekening minimal Rp 1 Miliar agar tidak usah takut akan “dipajaki” pemerintah. Pasalnya, jika saldo tersebut berasal dari penghasilan rutin maka sudah pasti telah dipotong pajak penghasilan (PPh).

Sebelumnya, Pemerintah merevisi Perppu Nomor 1 Tahun 2007 dari Rp 200 Juta menjadi Rp 1 Miliar disambut berbagai kalangan karena dinilai lebih moderat. Adapun tunjuan dalam pelaporan saldo tersebut agar pemerintah bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap dalam rangka menuju era pertukaran informasi keuangan global.

BACA  Begini Cara Humanis Polsek Tilongkabila Tegakkan Protokol Kesehatan

Perbankan memang diwajibkan melaporkan rekening nasabahnya dengan saldo minimal Rp 1 Miliar kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak sebagai tindak lanjut Perppu Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan.

Berdasarkan Perppu tersebut, terinformasi ada sekitar 496.000 rekening yang memiliki saldo minimal Rp 1 Miliar atau sekitar 0,25 persen dari total mencapai 200 Juta rekening di seluruh Indonesia, 250 diantaranya ada di Gorontalo.

Pakar perpajakan Yustinus Prastowo menyatakan, batasan Rp 1 miliar tersebut lebih aplikatif. Apalagi, jika rumusannya adalah agregat saldo, pemerintah malah bisa menjaring beberapa rekening milik satu orang. ’’Menurut saya, penetapan batas minimum saldo (Rp 1 miliar) ini sudah cukup moderat.

Ini sudah tepat, khususnya untuk meredam gejolak dan menghindari kesan meredam middle class. Bukankah di perbankan nasabah prioritas (nilai saldonya, Red) yang di atas Rp 500 juta?’’ ujarnya. (alx/hargo)


Komentar