Sabtu, 27 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wowww… Tes Kesehatan Cagub-Cawagub, Ditangani 20 Dokter, Sedot Rp 127 juta

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 26 September 2016 | 14:20 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Tahapan pelaksanaan Pilkada terus dikebut. Pasca pemasukan berkas pendaftaran, para kandidat calon gubernur/wakil gubernur (cagub/cawagub) menjalani pemeriksaan kesehatan.

Tes yang dimulai sejak Sabtu (24/9) itu dibagi menjadi tiga tahapan. Yakni tes psikologi, tes fisik/jasmani, serta tes pskiatri.

Tes yang dipusatkan di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo itu melibatkan 20 dokter.

Terdiri 18 dokter ahli dan 2 orang pskiater. Sejalan dengan hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo menggelontorkan anggaran sebesar Rp 127 juta. Yang mana untuk masing-masing pasangan calon dibanderol senilai Rp 30 juta, atau sebesar Rp 15 juta untuk setiap calon.

BACA  Wagub Cek Kesiapan Lahan Pembangunan Secaba dan Pesantren Internasional Gorontalo

“Paketnya sudah dihitung langsung oleh tim dokter,” ungkap Sekretaris KPU Provinsi Gorontalo Ardin Danial.

Sementara itu Ketua tim dokter tes kesehatan Cagub dan Cawagub Gorontalo, Dr Irianto Dunda mengungkapkan, selain melibatkan 20 dokter dan psikiater tes kesehatan ini juga melibatkan lima orang anggota BNNP Gorontalo.

“Untuk tes narkoba langsung ditangani oleh BNNP, itu sudah aturan,” ujarnya.

Aturan ini sendiri menurut Dr Irianto karena, beberapa waktu lalu terjadi sejumlah kasus keterlibatan narkoba oleh beberapa kepala daerah, setelah ia menjabat. Meski menurutnya, test narkoba melalui urine sudah tidak terlalu efektif lagi, untuk bisa mendeteksi pengguna narkoba.

BACA  BPKP Serahkan LHP Akuntabilitas Pemerintah Provinsi Gorontalo

“Kalau test narkobanya dilaksanakan tiba-tiba, mungkin bisa ketahuan, tapi kalau sudah direncanakan atau dijadwalkan seperti ini, bisa saja hasilnya tidak terlalu maksimal, karena kemungkinan peserta untuk mengantisipasi terlebih dahulu test urine bisa dilakukan,” tambahnya.

Untuk tes kesehatan ini sendiri menurut Dr Irianto, merupakan salah satu faktor penting dalam tahapan Pilkada.

“Yang kita deteksi adalah disabilitas atau ketidakmampuan, karena tes kesehatan itu menyangkut ketidakmampuan calon untuk menjadi seorang pimpinan daerah, bukan soal jenis penyakit yang diderita oleh para calon kepala daerah,” ujarnya.

DR Irianto mengungkapkan, tim dokter nantinya akan merekomendasikan kepada KPU kemampuan para calon untuk menjalankan tugas selama lima tahun. “Penyakit yang paling rawan untuk bisa menggugurkan calon adalah, adanya akumulasi penyakit di paru-paru, jantung, syaraf dan otak dalam waktu yang bersamaan,” tambahanya.

BACA  Peringati HPN, Wartawan dan Polisi di Gorontalo Menyapa Pemulung

DR Irianto juga menuturkan, seluruh hasil tes, baik tes kesehatan, tes kesehatan rohani dan tes bebas narkoba paling lambat diserahkan ke KPUD pada 28 September. Hasil tersebut akan digunakan untuk mengumumkan siapa saja yang memenuhi syarat kesehatan.

“Jika ada paslon yang tidak memenuhi syarat kesehatan berdasarkan rekomendasi dokter, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat,” jelasnya. (tr-45/wie)


Komentar