Rabu, 16 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



WRSE di Gorontalo Diajari Cara Membuat Kue

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 8 Juni 2021 | 14:05 WITA Tag: ,
  Ketua LKKS Provinsi Gorontalo Idah Syahidah saat membekali cara membuat kue pada sejumlah wanita yang punya kemampuan usaha sendiri namun berpenghasilan rendah atau yang disebut Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Kaum hawa yang tergolong dalam Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) yang tersebar di Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo menjalani pembekalan cara membuat kue yang digelar oleh Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Gorontalo Idah Syahidah, Senin (07/06/2021).

Para wanita yang terpilih ini merupakan wanita yang memang punya usaha sendiri, namun berpenghasilan rendah.

“Mereka mendapatkan pelatihan selama tiga hari kedepan, latihan membuat olahan-olahan kue. Dari tindak lanjut itu, kami dari LKKS akan mendata apa saja yang mereka butuhkan, contohnya alhamdulillah terealisasi hari ini ada enam orang peserta yang mendapat bantuan sesuai kebutuhannya,” kata Idah, saat berkunjung langsung ke tempat usaha milik WRSE yang ada di Kecamatan Paguyaman.

Istri gubernur ini menambahkan program WRSE sebagai upaya pemerintah untuk membantu pendapatan ekonomi masyarakat, melalui program pemberian modal usaha bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan khususnya untuk kaum perempuan. Agar mereka ini bisa bangkit kembali, dengan mereka bangkit otomatis bisa merangkul perempuan lainnya dan bisa menciptakan lapangan kerja yang baru,” jelasnya.

Bantuan wirausaha yang diberikan kepada WRSE yaitu berupa alat-alat rumah tangga, seperti alat membuat kue dan alat masak lainnya.

“Alhamdulillah LKKS bisa berpartisipasi dalam hal menyiapkan bantuan untuk mereka, walaupun masih sepersekian yang bisa kami sentuh, setidaknya kami sudah berbuat. Dan kami yakin bantuan ini tepat sasaran, karena kami berikan langung ke rumah-rumah. Mereka ini sudah punya produksi, punya tempat, punya pemasaran, sehingga kami yakin mereka bisa mengembangkan usahanya,” tutup Idah.

Enam wanita yang beruntung mendapatkan bantuan tersebut adalah Hestin Musa dari Paguyaman, Siti Amina dan Junaida dari Wonosari. Ada pula Testin Pongoliu dari Telaga Biru, Irma Doda dari Bulango Utara dan terakhir Friskawati Biya dari Bone Raya.(zul/adv/hargo)

BACA  Bahas Radikalisme, Gubernur Gorontalo Lakukan Pertemuan dengan MUI

Komentar