Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Wujudkan Desa Mandiri Informasi, KKN UNG Beri Pelatihan Berbasis IT

Oleh Admin Hargo , dalam Edukasi , pada Minggu, 31 Oktober 2021 | 20:05 PM Tag: , ,
  Pelatihan berbasis IT melibatkan kepala-kepala desa dan operator desa se-kecamatan Tolangohula. Kegiatan yang dilaksanakan Sabtu (23/10/2121) ini bertujuan untuk mewujudkan Desa Mandiri Informasi (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO –  Pembuatan website merupakan program kerja yang diusung oleh mahasiswa KKN Tematik UNG 2021 Desa Ombulo Tango, Tolangohula. Pelatihan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Ombulo Tango. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain kepala desa dan operator desa se-kecamatan Tolangohula.

“Kegiatan pelatihan pembuatan website ini merupakan program tambahan dari Dosen Pembimbing Lapangan. Kegiatan melibatkan mahasiswa KKN Tematik UNG 2021 Desa Ombulo Tango, sebagai panitia pelaksana dan kepala desa serta operator desa se- Kecamatan Tolangohula sebagai peserta,” kata Ketua Panitia, Moh. Fahri Gobel.

Lanjut katanya, tujuan utama dari kegiatan ini yaitu perwujudan desa mandiri informasi. Artinya, desa mampu menggunakan teknologi khususnya teknologi informasi dalam mengelola informasi. Seperti yang kita ketahui, dalam mengelola informasi ini belum terlalu maksimal dan belum menggunakan banyak teknologi. Meskipun ada beberapa teknologi yang digunakan, tetapi memiliki ketergantungan terhadap tenaga dari luar.

Hal senada juga disampaikan, Dr. Moh. Syahfri Tuloli, ST, MT, yang mana menurutnya . banyak desa yang diamati, membutuhkan bantuan tenaga dari pengabdian universitas, pemerintah, maupun tenaga lain yang harus dibayar. 

“Sehingga kami berinisiatif untuk membuat desa yang tidak perlu tergantung pada kemampuan dari luar, tetapi melalui kemampuan internal dari pemerintah desa itu sendiri. Selepas dari kegiatan ini, pemerintah desa akan terus belajar mengembangkan informasi dari kemampuan yang dimiliki sendiri,” katanya.

Harapan utama dari kegiatan ini, yaitu desa-desa di Tolangohula bisa mulai mengerti bahwa pengelolaan ataupun penggunaan IT ini sangat mudah dari apa yang dibayangkan. Selama ini mungkin pemerintah desa menganggap penggunaan berbasis IT ini  memerlukan biaya yang mahal dan kompetensi yang tinggi. 

Sehingga dengan kegiatan ini, kita bisa menanamkan pemahaman bahwa penggunaan IT tidak semahal atau serumit apa yang kita bayangkan. Kegiatan ini dilaksanakan Sabtu, 23 Oktober 2021 dengan IT ini kita bisa cari solusi-solusi yang memang mudah kita gunakan dalam berbagai hal, misalnya dalam pengelolaan informasi di desa.

Berbicara pengelolaan informasi di desa menggunakan IT, kita bisa menggunakan berbagai aplikasi yang disediakan, contohnya Microsoft Word, Microsoft Excel, dll. Akan tetapi, aplikasi ini memiliki beberapa kekurangan, seperti aplikasi ini merupakan aplikasi berbayar. Sehingga dalam materi yang kami sampaikan menawarkan berbagai aplikasi yang mudah digunakan dan tidak berbayar. Aplikasi ini berupa google docs. 

Aplikasi ini sangat mudah dan memiliki fitur-fitur yang tidak kalah dengan aplikasi Microsoft word. Fitur-fitur dalam google docs ini memiliki berbagai keuntungan bagi penggunanya, diantaranya file akan tersimpan otomatis, mampu mengetahui siapa saja yang mengakses dokumen, melakukan koreksi tanpa perlu mencetak file. Sehingga keuntungan yang bisa dirasakan bukan hanya untuk penggunanya tetapi memiliki dampak yang luar biasa bagi lingkungan.

“Dengan adanya google docs ini, pemerintah desa bisa sharing atau bekerja sama  antara satu dengan yang lain dalam membuat dokumen, sehingga terjalin kerja sama yang memudahkan pemerintah desa dalam mendapatkan dokumen yang utuh tanpa perlu mencetaknya dalam jumlah yang banyak guna memeriksa kesesuaian dokumen. Hal ini tentunya akan sangat mendukung program paperless (pengurangan penggunaan kertas). Dengan Google docs ini juga aparat desa tidak akan disibukkan dengan hak copy yang demikian banyak. Cukup mengakses dokumen yang sudah tersimpan kapan dan dimanapun,” ujat Dian Novian, S.Kom, MT.

 

Penulis : Rita Setiawati

(Visited 66 times, 1 visits today)

Komentar