Rabu, 20 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Yaelah, Budi Doku Tak Berani Calonkan Diri Sebagai Walikota, Ini Buktinya….

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 2 Mei 2017 | 22:31 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Kabar pecah kongsi antara Walikota Gorontalo Marten Taha dan Wakil Walikota Budi Doku yang mewarnai jalannya pemerintahan di Kota Gorontalo.

Sempat memunculkan spekulasi bahwa rivalitas antara dua kader Golkar itu akan memuncak saat hajatan Pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwako) 2018 mendatang.

Budi Doku diprediksi bakal menjadi salah satu pesaing Marten Taha dalam perebutan kursi Walikota.

Spekulasi ini didasarkan pada pengalaman Pilwako 2013 silam. Saat itu, mantan Walikota Adhan Dambea dan mantan Wakil Walikota Feriyanto Mayulu yang juga mengalami pecah kongsi saat memimpin Kota Gorontalo, memutuskan untuk mengakhiri kebersamaannya dengan sama-sama mencalonkan diri sebagai Walikota di Pilwako 2013.

BACA  Pemprov Gorontalo Ketambahan 110 Unit Alsintan

Spekulasi ini juga didukung dengan sejumlah manuver politik Budi Doku dalam beberapa waktu terakhir. Dia tercatat melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol dan figur-figur yang diwacanakan tampil di pentas suksesi.

Sehingga makin memperkuat asumsi publik bahwa Budi Doku benar-benar tak ingin lagi menjadi ‘ban serep’ di pemerintahan Kota Gorontalo dengan bakal mencalonkan diri sebagai Walikota.

Namun asumsi dan spekulasi yang telah menggiring opini publik bahwa Budi Doku bakal tampil sebagai calon Walikota menjadi pesaing Marten Taha mulai termentahkan.

BACA  Gubernur Resmikan Jembatan Molintogupo

Saat mendaftar dalam penjaringan di partai Demokrat, Ahad (30/4) sekitar pukul 22.00 wita, Budi Doku yang ditemani pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) itu hanya mendaftar sebagai Calon Wakil Walikota.

Namun dia belum memastikan apakah akan tetap berpasangan dengan Marten Taha atau sebaliknya.

“SK saya dan pak Marthen masih sampai 29 Juli 2019. Dan saya masih akan menjalani itu sebagai wawali. Untuk itu saya daftar di Demokrat sebagai wakil walikota,” kata Budi Doku.

“Politik ini dinamis dan selalu mengalami perkembangan. Tapi ketika ada Parpol lain yang akan membuka pendaftaran, saya akan tetap mendaftar sebagai wawali,” ujarnya.

BACA  Gubernur Minta Situs Otajin Jadi Paket Wisata Pantai Minanga

Pernyataan Budi Doku yang masih menggantung ini kembali memicu spekulasi soal hubungannya dengan Marten Taha.

Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama Budi Doku bisa jadi akan tetap berpasangan dengan Marten Taha dengan paket Marten Taha-Budi Doku (MADU) jilid II.

Kemungkinan kedua Marten bisa jadi akan berpasangan dengan figur calon papan satu lainnya yang sudah mendaftar di Demokrat seperti Rum Pagau, Syafrudin Mosii dan Yunus Nusi. Atau bisa saja berpasangan dengan Mantan Walikota Adhan Dambea.(wan/idm/hargo)


Komentar