Kamis, 25 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



YLKI: Importir dan Distributor Mi Samyang Patut Dipidana

Oleh Aslan , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 19 Juni 2017 | 02:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – Langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang mengeluarkan peringatan produk mi asal Korea mengandung babi dinilai lamban. Pasalnya, produk itu sudah beredar lama di pasaran.

“Kenapa baru sekarang ada public warning?” ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Minggu (18/6).

Mi Samyang yang dinyatakan BPOM mengandung babi, yaitu Ramen Kimchi (kiri) dan U-Dong.

Mi Samyang yang dinyatakan BPOM mengandung babi, yaitu Ramen Kimchi (kiri) dan U-Dong. (BPOM)

Dia mengatakan, menarik dari pasaran itu hanya dari aspek perdata. Itu tidak lah cukup. Seharusnya, ada upaya hukum lain baik sisi administrasi atau pidana.

BACA  MA Catat Putusan Perkara Tahun 2020 Terbanyak Sepanjang Sejarah

“Importir mi instan patut dicabut izin operasionalnya karena telah memasukkan produk yang tidak memenuhi standar regulasi di Indonesia, yakni proses produksi halal. Apalagi setelah ada Undang-Undang Jaminan Produk Halal,” jelasnya.

BACA  Diduga Mesin Bermasalah, Lion Air Gagal Terbang di Bandara Sepinggan Balikpapan

Kepolisian, menurutnya, juga layak melakukan tindakan pro justitia dari sisi pidana terhadap importir dan distributor mi tersebut. “Karena secara pidana patut diduga melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Pangan, dan Undang-Undang Jaminan Produk Halal,” tandas Tulus. (hg/dna/JPG)


Komentar