Kamis, 2 Februari 2023
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Yonif 713/ST Bebaskan Sandera, Begini Kronologisnya 

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 24 September 2018 | 10:07 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Lima pria bersenjata menggiring seorang pria yang kepalanya ditutupi kain hitam. Pria tersebut tampak kepayahan berjalan. Namun kelima pria yang memegang senjata jenis senapan laras panjang terus memaksa berjalan.

Tak lama berselang salah seorang pria bersenjata memberikan ultimatum. Bila permintaan mereka tak dipenuhi, maka sang sandera akan segera meregang nyawa. Ultimatum para teroris itupun disikapi anggota Satuan Yonif 713/Satya Tama.

banner 728x485

Cepat dan senyap. Para personel berseragam loreng itu bergerak mendekati lokasi penyanderaan. Dan dalam hitungan menit, satu persatu teroris berhasil dilumpuhkan. Sang sandera pun bebas dan selamat. Demikian atraksi penyelamatan sandera oleh anggota Yonif 713/Satya Tama.

Atraksi itu mewarnai kunjungan kerja Danrem 133/Nani Wartabone Kolonel Czi Arnold A.P Ritiauw ke Yonif 713/Satya Tama, Sabtu (22/9). Kunjungan kerja itu menindaklanjuti Peresmian Korem 133/Nani Wartabone oleh KASAD Jendral TNI Mulyono dan Alih Kodal Satuan oleh Pangdam XIII/Merdeka Mayjen Tiopan Aritonang, baru-baru ini

“Dengan demikian Yonif 713/Satya Tama telah berada di bawah kendali Korem 133/Nani Wartabone,” ujar Kapenrem 133/Nani Wartabone Mayor Inf.Fathan Ali. Dalam kunjungan, Danrem 133/NW Kolonel Czi Arnold A.P Ritiauw disambut Danyonif 713/ST Letkol Inf.Slamet Raharjo.


Anggota Yonif 713/ST menunjukkan kemampuannya bertempur dan seni bela diri) (Foto:Penrem 133/NW untuk Gorontalo Post)

 Pada kesempatan tersebut, Letkol Inf.Slamet Raharjo menyampaikan laporan terkini mengenai keberadaan Yonif 713/ST. Usai laporan dilanjutkan atraksi seni bela dan pembebasan sandera oleh anggota Yonif 713/ST.

“Atraksi ini merupakan bagian dari kemampuan anggota Yonif 713/ST sebagai pasukan pemukul Korem 133/NW. Sehingga apabila terjadi penyanderaan Yonif 713 mampu melaksanakan pembebasan sandera, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadi hal tersebut di wilayah Provinsi Gorontalo,” ungkap Mayor Fathan Ali dalam keterangan tertulis.

Sementara itu Danrem 133/NW Kolonel Czi Arnold A.P Ritiauw dalam arahannya menekankan, seluruh prajurit dan Persatuan Istri TNI (Persit) 713/ST bangga menjadi bagian dari Korem 133/NW. Sejalan dengan hal itu, Danrem mengingatkan agar para prajurit Yonif 713/ST menjaga nama baik satuan.

“Caranya dengan tidak melakukan pelanggaran hukum, disiplin serta terus berlatih,” ujar Kolonel Czi Arnold A.P Ritiauw. Perwira TNI berpangkat Tiga Melati itu menegaskan, tak ada prajurit yang hebat. Tetapi yang ada adalah prajurit yang terlatih.

Di akhir kunjungan, Danrem Kolonel Czi Arnold A.P Ritiauw menyerahkan bantuan alat olahraga. Di sisi lain, dalam kunjungan Danrem, Ketua Persit Koorcab Rem 133 PD XIII/Merdeka Ny. Arnold Ritiauw turut memberikan pembekalan dan arahan bagi pengurus Koorcab serta para anggota Persit Yonif 713/ST.(san/gp/hg)

(Visited 10 times, 1 visits today)

Komentar