Sabtu, 27 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Zona Nyaman Tayangan Ramadan

Oleh Berita Hargo , dalam Post , pada Selasa, 22 Mei 2018 | 23:02 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id, Zetizen-GP- MARHABAN ya Ramadhan! Ramadan emang jadi bulan yang spesial bagi umat muslim di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Nggak melulu spesial karena sarat ritual ibadah loh. Tapi, dari tahun ke tahun, Ramadan di Indonesia diramaikan berbagai program spesial di televisi.

Sempat kepikiran nggak kalau dari tahun ke tahun program tayangan Ramadan punya pola yang sama? Rupanya, 90 persen Zetizen menyadarinya loh. Yap, coba perhatikan. Tayangan yang on air selama waktu sahur biasanya berupa acara komedi dengan tambahan kuis dan bagi-bagi hadiah bagi penonton.

BACA  Puluhan Napi Koruptor di Lapas Sukamiskin Positif Covid-19

Tayangan hiburan saat sahur pun jadi favorit 54 persen Zetizen, terbanyak di antara program-program lain.  Selain hiburan, tentu televisi sering menayangkan program berbau religi. Pada siang hari, ada kompetisi-kompetisi Islami. Lalu, menjelang buka puasa, ada channel yang menayangkan komedi, tapi ada juga yang menampilkan kultum. Nggak berhenti di situ, pada jam-jam ibadah Tarawih dan sepulangnya, kita kerap menyaksikan program sinetron yang memiliki pesan religi di dalamnya.

BACA  Puluhan Napi Koruptor di Lapas Sukamiskin Positif Covid-19

Bagi Zetizen lainnya, sisi religi nggak kalah penting dari hiburan. Hmm, jadi apa yang bikin tren itu begitu langgeng? ’’Acara TV disusun berdasar hasil riset audiens. Jadi, pasti disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan masyarakat. Kalau melawan kehendak penonton, acara TV akan ditinggalkan penonton,’’ papar Suko Widodo, ahli konsentrasi media di Universitas Airlangga.

Suko lantas mencontohkan program sahur di televisi. Menurut dia, wajar kalau program itu jadi favorit masyarakat. ’’Saat jam sahur, metabolisme tubuh orang butuh beristirahat. Nah, saat itu orang butuh acara rileks. Kalau diberi acara yang berat-berat dan harus mikir, malah nggak bisa. Makanya, pada jam tersebut, acara TV dibuat yang enteng-enteng aja agar mudah diterima audiens,’’ jelasnya.

BACA  Puluhan Napi Koruptor di Lapas Sukamiskin Positif Covid-19

Yap, pola program televisi yang kita saksikan selama Ramadan emang telah dibuat relevan dengan kebutuhan publik. Tapi, seiring perkembangan zaman, tentu kebutuhan publik itu juga bergeser. Buktinya, 42 persen Zetizen merasa tayangan televisi Ramadan butuh inovasi. (may/c14/fhr/hargo)


Komentar