Gulir untuk terus membaca
Metropolis

Polda Gorontalo Warning Masyarakat yang Menghina di Medsos, Bisa di Penjara Lho!

1
×

Polda Gorontalo Warning Masyarakat yang Menghina di Medsos, Bisa di Penjara Lho!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Medsos.

Hargo.co.id GORONTALO – Polda Gorontalo telah mewaning seluruh masyarakat agar tidak memuat statatus maupun komentar provokatif dan menghina lewat media sosial (medsos).

Petugas Polda akan mengcencarkan Partoli di Dumay. Bahkan, meski menggunakan akun palsu sekalipun yang bersangkutan akan dilacak. Jika diketahui akan langsung diciduk.

Kapolda Gorontalo Brigjend Pol Hengkie Kaluara mengatakan, langkah itu dilakukan karena melihat dari sisi perkembangan teknologi di dunia maya yang kian canggih. Khususnya melalui media sosial, masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan berbagai perkembangan teknologi di dunia maya.

Namun disisi lain kemajuan tekonologi dunia maya ini sering dijadikan alat propaganda. Tak jarang konflik dan keributan bisa terjadi karena informasi provokatif di dumay.

banner 728x485

“Jadi Cyber patroli ini dilakukan untuk mencegah adanya potensi provokasi dan hate speech atau ujaran kebencian di dunia maya, terutama media sosial,” jelas Hengkie.

Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP S. Bagus Santoso mengatakan penerapan program patroli dunia maya ini di lakukan untuk meminimalisir terjadinya konflik antar kelempok tertentu yang dilakuaka oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Selain itu juga program ini mengurangi kejahatan yang kemungkinan besar memicu gangguan kamtibmas,” terangnya Bagus.

Bagus menambahkan harapanya dengan adanya patroli dunia maya ini tidak ada lagi di Gorontalo yang mengunakan Accout palsu yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtimbas dan konflik antar kelompok.

Patroli Dunia maya ini juga diabuat untuk mencari acount palsu terutama di facebook yang menjadi pemicu masalah, hal-hal yang saat ini terjadi seperti hasutan, pencemaran nama baik dan juga bermodus penipuan, inilah yang menjadi sasaran patroli dunia maya yang di rangcang oleh bapak kapolri. (tr-49/hargo)