Hargo.co.id GORONTALO – Jajaran Polres Gorontalo kembali menciduk 13 pelajar di Kabupaten Gorontalo. Mereka ditangkap saat tengah asyik ngelem dengan menggunakan jenis lem Fox. Kemarin, (14/6),
Diciduknya 13 pelajar tersebut menambah daftar panjang, kasus penggunaan narkoba oplosan di kalangan pelajar Gorontalo, setelah sebelumnya terungkap maraknya penggunaan pil koplo dan lem ehabon.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post (group hargo), penangkapan terhadap para pelajar ini saat ketika salah satu anggota Polwan Polda Gorontalo melihat gerombolan anak-anak yang berkumpul di kompleks tempat tinggalnya di Telaga.
Dari informasi Polwan tersebut, petugas Polsek Telaga Biru bergegas turun melakukan pengecekan.
Ternyata benar. 13 pelajar yang terdiri dari siswa SMA dan SMP itu tengah asyik menkonsumsi lem Fox. Petugas pun langsung menciduk mereka kemudian langsung digelandang ke Polsek Telaga Biru.
Di Polsek mereka diberikan pembinaan khusus, sebelum kemudian di jemput oleh orang tua masing-masing.
Para orang tua pelajar tersebut saat diwawancarai Gorontalo Post mengaku memang mencurigai tingkah laku anak mereka yang seperti orang mabuk.
Sementara mereka juga sering menemukan lem fox disimpan di dalam lemari. Namun karena tidak tahu, maka anak-anak pun biarkan.
“Tiap hari mereka minta uang. Ternyata hanya untuk membeli lem. Kalau ditanya, katanya hanya untuk melekatkan sepatu,” kata salah satu orang tua yang enggan di korankan namanya itu.
Terpisah, Wakapolres Gorontalo Kompol Zulkarnain,SIK mengatakan, saat ini memang mulai marak penggunaan narkoba oplosan dikalangan pelajar. Tidak hanya kalangan pelajar laki-laki saja, tapi juga kaum wanita. “Ini yang lebih mengkhawatirkan lagi.
Para pelajar wanita bisa terjerumus dalam pergaulan bebas. Ini bisa membuka peluang kejahatan seksual bisa terjadi,” jelasnya.
Untuk itu Kompol Zulkarnain berharap peran aktif orang tua, guru, dan masyarakat untuk sama-sama agar anak-anak jangan sekali-kali menggunakan narkoba oplosan.
“Maraknya penggunaan narkoba oplosan ini semestinya perlu jadi perhatian serius semua pihak. Jangan sampai akan semakin merjalela,” imbaunya.
Penggunaan narkoba oplosan di kalangan pelajar di Gorontalo kian marak. Pengawasan guru dan orang tua sangat diperlukan, untuk mengakhiri kasus yang kini menjadi ancaman serius bagi masa depan para generasi muda itu. (tr-48/ar/hargo)
