BPOM Tak Temukan Bahan Berbahaya, Takjil di Kawasan Kampus UNG Aman

×

BPOM Tak Temukan Bahan Berbahaya, Takjil di Kawasan Kampus UNG Aman

Share this article
BPOM Provinsi Gorontalo kembali menggelar razia jajanan takjil di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di kompleks kampus I Universitas Negeri Gorontalo (UNG), kemarin, (15/6). (FOTO : Jalal/GP)

Hargo.co.id GORONTALO- Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo kembali menggelar razia jajanan takjil Rabu (15/6) sore. Razia kali ini menyasar para pedagang di kawasan jalan Jendral Sudirman tepatnya di kompleks Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Puluhan petugas dari Balai POM Provinsi Gorontalo memeriksa setiap lapak takjil milik para pedagang, untuk memeriksa kandungan bahan pembuat makanan dan minuman yang dijual oleh para pedagang.

Pantauan Gorontalo Post, pemeriksaan berlangsung sejak pukul 04.00 wita. Puluhan lapak milik pedagang tak luput dari sasaran sidak petugas gabungan yang berasal dari Balai POM Gorontalo, Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, dan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. Petugas mengambil sejumlah sampel makanan dan minuman milik para pedagang untuk diperiksa kandungan bahan kimianya.

Kepala BPOM Gorontalo, Supriyadi Darma mengemukakan, berdasarkan hasil uji kandungan bahan kimia berbahaya yang dilakukan oleh petugas gabungan, jajanan takjil di kompleks gerbang Kampus Universitas Negeri Gorontalo dipastikan aman untuk dikonsumsi.

“Dari hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh petugas kami, seluruh sampel yang diperiksa menghasilkan hasil negatif dari kandungan bahan berbahaya seperti boraks maupun pewarna berbahaya lainnya,” tegasnya.

Supriyadi menambahkan, uji lab yang dilakukan meliputi kandungan bahan berbahaya, yakni, , Boraks, Formalin, Pewarna Makanan Tekstil Rodamin B, dan Metanil Yelow. Hanya saja, Supriyadi mengatakan, dirinya telah menghimbau para pedagang jajanan takjil untuk lebih memperhatikan segi higienitas maupun kebersihan lapak dari para penjual itu sendiri.

“Mengidentifikasi makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya sebenarnya bisa diketahui dari warna yang sangat mencolok, ataupun rasa yang tidak biasa,” ungkapnya. Olehnya, Supriyadi menghimbau kepada seluruh warga Gorontalo, untuk bisa menginformasikan kepada BPOM Gorontalo apabila mendapati dagangan takjil yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. (tr-45/tr-53/ar)