Ponpes An Nur, Banyak Lahirkan Hafiz Berprestasi

×

Ponpes An Nur, Banyak Lahirkan Hafiz Berprestasi

Share this article
Para santri Ponpes An Nur Desa Lopo disela kesibukanya menghafal Quran

Peliput : Nurmawan Gusasi – Batudaa Pantai
Editor : Roy Tilameo

Pondok Pesantren An Nur Desa Lopo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo memang sudah dikenal banyak melahirkan para hafiz (penghafal Quran) berprestasi. Tak heran para santri di Ponpes ini banyak dikirim untuk mewakili Provinsi Gorontalo di berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.

Hargo.co.id – GORONTALO – Melintasi jalan yang penuh bebatuan dan medan terjal untuk bisa menembus Desa Lopo Kecamatan Batudaa Pantai Kabupaten Gorontalo. Dengan menempuh perjalanan selama 1 jam dari Kota Gorontalo. Akhirnya awak koran ini tiba di Desa Lopo sekira pukul 09.00 wita.

Di Desa ini selain menyimpan potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah. Juga ternyata banyak melahirkan para santri dan santriwati yang berprestasi. Mereka di gembleng di sebuah Pondok Pesantren An Nur yang ada di desa tersebut. Meskipun di bulan Ramadan ini seluruh Ponpes maupun lembaga pendidikan lainya libur.

Namun, berbeda dengan Ponpes An Nur para santrinya justru tetap melaksanakan rutinitasnya dalam menghafal Quran. Ponpes Lopo, merupakan salah satu pusat pengembangan Islam di Provinsi Gorontalo, khususnya di Kecamatan Batudaa Pantai. Banyak, para hafidz dan juga orang yang berilmu agama yang lahir dari pesantren Lopo An Nur ini.

Para Haifdz di pesantren ini banyak diajar oleh para guru yang juga sudah menghafal Alquran. Bahkan program hafalan quran sudah menjadi salah satu mata pelajaran yang berada di pesantren An Nur Lopo ini. Tak heran, ada sejumlah almuni pesantren An Nur yang mewakili Provinsi Gorontalo di berbagai ajang MTQ tingkat nasional.

Ketua pesantren An Nur Lopo, Romin Yusuf Ahmad, saat diwawancarai mengatakan, bahwa program Hafidz quran di Ponpes yang dibimbingnya sudah merupakan agenda rutin dari para santri. Mereka (para hafiz,red) setelah sholat subuh dan magrib itu melakukan hafalan quran. “Itu tergantung dari tingkatan santrinya, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA,” kata Romin.

Romin yang juga merupakan kepala Desa Lopo ini mengatakan, rencana pengembangan pesantren Lopo kedepan adalah dengan membuka perguruan tinggi, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT). “Untuk perguruan tinggi itu S1, dan sekarang sudah dalam tahap pengurusan izin, Insya Allah tahun depan bisa menerima mahasiswa baru,” ungkapnya.

Dengan berbagai gagasan untuk mengembangkan pendidikan di Desa Lopo, tentunya ada yang kurang dari pemerintah Lopo, yakni akses jalan yang masih tergolong sulit. Memang untuk jalan menunju pondok pesantren tersebut, sempat dijanjikan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Dan pada bulan kemarin sudah ditinjau oleh Bupati Gorontalo, Prof. Dr. Nelson Pomalingo. “Alhamdulillah dijanjikan akan dianggarkan pada tahun depan,” ungkapnya. (*)