Peringatan Nuzulul Quran, Umat Diimbau Lebih Mencintai Alquran

×

Peringatan Nuzulul Quran, Umat Diimbau Lebih Mencintai Alquran

Share this article
Peringatan Nuzulul Quran atau malam turunnya Al Quran pada 17 ramadan yang berlangsung di Masjid Baiturahim Kota Gorontalo.(Natha/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Alquran merupakan sumber pengetahuan. Sehingga dengan semakin banyak membaca Alquran maka semakin banyak pula pengetahuan diperoleh. Demikian makna Nuzulul Quran yang disampaikan Ustadz Dr.Adnan,MAg pada peringatan Nuzulul Quran tadi malam di Masjid Baiturahim, Kota Gorontalo.

“Semakin banyak kita membaca Alquran maka akan semakin lebih baik,” ujarnya. Karena itu, Adnan mengajak umat muslim untuk mencintai alquran. Apalagi di bulan Ramadan yang memiliki banyak kemuliaan. Salah satunya adalah hadirnya malam Lailatul Qadar.  Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Baiturrahim tadi malam turut dihadiri Walikota Gorontalo Marten Taha.

Pada kesempatan itu, Marten berharap, momentum Nuzulul Quran dapat memotivasi umat untuk membaca dan mengkaji alquran. “Marilah kita lebih memaknai, membaca, serta mengkaji al quran, dan kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.  Terpisah, Sekretaris Takmirul Masjid Baiturahim Amin Polumolo,SPd mengatakan, perayaan Nuzulul Quran malam ini sama seperti tahun sebelumnya.

Yakni diisi dengan tausiah. “Dan khusus tahun ini tausiah disampaikan oleh kalangan akademisi,” ujarnya. Sementara itu Peringatan Nuzulul Quran nasional dilangsugkan di Istana Negara Jakarta, semalam. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pimpinan kementerian, lembaga, maupun duta besar negara-negara sahabat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir meski tidak bersama ibu negara. Dia duduk di barisan terdepan bersama Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Acara berlangsung khidmat. Saat ayat Alquran dibacakan, Jokowi menunduk, sesekali memejamkan mata. Begitu pula para undangan yang hadir.

Istana sejenak sunyi. Tidak ada suara selain lantunan ayat Alquran yang menceritakan bahwa kitab tersebut diturunkan sebagai petunjuk, sumber ilmu bagi umat manusia. Presiden menuturkan, dulu Rasulullah mengandalkan universalitas Alquran untuk mengubah kondisi bangsa Arab. Dari masyarakat yang mayoritas buta huruf menjadi masyarakat yang berperadaban.

Karena itu, Jokowi yakin, dengan berpedoman pada Alquran, bangsa Indonesia perlahan akan mampu mengatasi semua permasalahan yang ada. ”Menjadi lebih mulia dan bebas dari kemiskinan,” ujar Jokowi. Saat ini bangsa Indonesia memang belum bisa bebas dari persoalan seperti kemiskinan, ketimpangan sosial, juga belum terhubungnya Indonesia Barat dan Timur dengan baik. ”Padahal, kita diperintahkan untuk saling mengenal, taaruf, dan tolong-menolong dalam semua aspek,” lanjut mantan wali kota Solo itu.

Yusnar, yang didapuk untuk menyampaikan hikmah Nuzulul Quran, menuturkan bahwa Allah SWT sudah menggaransi Alquran tetap terjaga keasliannya hingga akhir zaman. Karena itu, Alquran sangat cocok untuk menjadi pedoman era apa pun. Karena keluasan itulah, hingga saat ini penafsiran Alquran terus berkembang. ”Mungkin baru akan berhenti apabila para mufasir itu sudah tiada,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Menag. Dia menuturkan, sejak awal Alquran memperkenalkan diri sebagai kitab suci yang berfungsi melakukan perubahan positif. ”Alquran mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju terang benderang,” tuturnya. Perubahan yang terjadi pada masyarakat yang bersentuhan dengan Alquran tergolong signifikan. Bangsa Arab dengan segala kondisi buruknya pada masa Rasulullah bisa berubah menjadi lebih baik. ”Mereka menjadi sebuah komunitas yang mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah,” tambahnya.(tr-51/JPG/hargo)