Hargo.co.id, GORONTALO – Pasca pengumuman resmi pemerintah provinsi soal satu pasien positif corona di Gorontalo, Kamis (09/10/2020) malam, berkembang informasi di media sosial soal Wakil Ketua Deprov Kris Wartabone yang disebut-sebut sempat melakukan kontak fisik dengan pasien positif tersebut.
Informasi ini rupanya dibenarkan oleh staf ahli Kris Wartabone, Rahmat Kasadi. Dalam keterangan persnya, Rahmat Kasadi menjelaskan, pasien 01 Covid-19 memang pernah dua bertemu dengan Kris Wartabone. Pertemuan pertama saat pasien tersebut akan berangkat mengikuti kegiatan di Gowa, Sulawesi Selatan. Saat itu, Kris Wartabone menitipkan amanah untuk Kiyai dari Banjarmasin berupa Jamu dan Madu.
Selanjutnya, pertemuan kedua terjadi pada 20 Maret 2020 setelah pasien tersebut tiba di Gorontalo. Pertemuan terjadi di depan Rumah Kris Wartabone. Setelah selesai menyampaikan bahwa amanah yang dititipkan Kris Wartabone telah sampai kepada Pak Kiyai, pasien tersebut pamit dan sempat bersalaman (saling menyentuhkan kedua ujung jemari). Setelah kontak itu Kris Wartabone langsung mencuci kedua tangannya sebagaimana imbauan pemerintah untuk mencegah penularan Covid1-9.

Rahmat Kasadi menjelaskan, jika dihitung dari pertemuan tanggal 20 Maret 2020, maka tenggat waktu sampai Jumat (10/4) hari ini adalah 21 hari. “Selama 21 hari bapak (Kris Wartabone.red) tidak mengalami keluhan sebagaimana gejala awal Covid-19,†aku Rahmat.
Namun untuk memastikan tidak terpapar covid-19 maka pada Jumat (10/4) pagi, Kris bersama istri dan anaknya secara sukarela dengan berinisiatif menelpon Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, meminta diperiksa. Meskipun tanpa gejala terpapar Covid-19.
“Tepat Pukul 09.00 pak Kris Wartabone Bersama Istri dan Anaknya Safira Wartabone melakukan Rapid Test di Rumah Sakit Toto dengan hasil negative,†ujar Rahmat sambil memperlihatkan foto hasil repid tes.
Sementara itu, Kris Wartabone yang diwawancarai terpisah mengatakan, keputusannya untuk memeriksakan diri secara sukarela karena dia ingin memastikan kesehatan diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
“Saya juga ingin memberikan contoh kepada masyarakat, agar secara sadar mendukung upaya pemerintah daerah melakukan pencegahan penularan covid-19. Kalau merasa pernah melakukan kontak dengan pasien positif atau dengan PDP maupun ODP agar mari kita periksa diri. Tidak perlu ada ketakutan berlebihan. Toh ini juga untuk keselamatan kita semua,†ujar Kris.
Meski hasil rapid tes negative, Kris menyatakan dia masih meminta ada pemeriksaan lanjutan yaitu swab tes. Untuk memastikan dia benar-benar tidak terpapar Covid-19. Pemeriksaan itu direncanakan akan dilakukan pada pekan depan. “Demi keselamatan kita semua saya siap untuk melakukan tes sebanyak mungkin sesuai Protap pencegahan Covid-19. Kalau memang sampai 10 kali harus tes, saya siap,†ujarnya. (rmb/hg)
