Pintu Masuk Gorontalo Bakal Ditutup Selama 14 Hari

×

Pintu Masuk Gorontalo Bakal Ditutup Selama 14 Hari

Share this article
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pada rapat melalui video conference dengan unsur Forkopimda dan Bupati/Walikota se Gorontalo, Kamis (23/4/2020). (Foto : Rendi Wardani Fathan/HARGO)
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pada rapat melalui video conference dengan unsur Forkopimda dan Bupati/Walikota se Gorontalo, Kamis (23/4/2020). (Foto : Rendi Wardani Fathan/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pintu masuk ke Provinsi Gorontalo baik itu darat, laut dan udara bakal ditutup selama 14 hari. Ini terungkap pada rapat melalui video conference antara Pemprov Gorontalo, Forkopimda Gorontalo dengan Bupati/Walikota se Gorontalo, Kamis (23/04/2020).

“Kita akan menutup semua akses masuk ke Gorontalo. Yang bisa masuk hanya logistik saja. Saya minta pendapat dari bapak-bapak Bupati dan Walikota terkait rencana ini,” kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pada rapat video conference itu.

Bupati Bone Bolango Hamim Pou yang mendapat kesempatan perdana untuk menyampaikan pendapatnya mengatakan, Pemkab Bone Bolango sangat setuju dengan rencana ini. Sebab, menurut Hamim Pou, dari sejumlah kasus positif Covid-19 di Gorontalo sebagian besar tertular dari daerah luar.

“Intinya kami sangat setuju dengan rencana ini Pak Gubernur. Mengingat, para pasien positif Covid-19 di Gorontalo rata-rata warga yang baru pulang bepergian dari luar provinsi Gorontalo,” ucap Bupati Hamim Pou.

Tidak hanya Hamim Pou, seluruh Bupati dan Walikota se Gorontalo, termasuk unsur Forkopimda juga setuju dengan rencana ini.

Namun, rencana ini belum diputuskan dalam rapat tersebut. Sebab, Pemprov Gorontalo masih akan melakukan kajian yang mendalam.

Selain akan menutup pintu masuk, Pemprov Gorontalo juga berencana menerapkan waktu beraktivitas warga selama Ramadhan.

“Saya juga punya rencana akan membatasi waktu aktivitas warga mulai dari jam 8 pagi sampai dengan jam 5 sore. Dan bagi warga yang tidak patuh, kami mohon ditindaki oleh TNI/Polri,” tandas Gubernur Rusli Habibie.

Rencana Pemprov Gorontalo tujuannya tak lain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.(adv/rwf/hg)