Malam Nanti, Ribuan Lampu Botol Terangi Gorontalo

×

Malam Nanti, Ribuan Lampu Botol Terangi Gorontalo

Share this article
Seorang anak saat menyalakan lampu botol,

Hargo.co.id GORONTALO – Malam nanti, bumi Gorontalo akan diterangi dengan ribuan lampu botol. Tradisi ini hanya ada di tiga malam jelang lebaran idul fitri. Tumbilotohe atau malam pasang lampu, dipastikan tetap semarak. Kendati ada keluhan tentang sulitnya mendapatkan minyak tanah sebagai bahan bakar lampu botol.

Untuk menambah semarak itu, masyarakat tak patah semangat, di beberapa titik dibuatlah tumbilotohe listrik.  Tradisi yang menjadi destinasi wisata Gorontalo ini, pun dibikin lomba antar daerah, hal itu untuk menambah semarak Tumbilotohe yang hanya ada di Gorontalo ini. Setiap daerah pun mengaku mengemas tumbilotohe tahun ini lebih semarak.

Hanya saja kendati semarak, tapi belum tentu juara. Benar saja ada beberapa kriteria lomba yang mentukan daerah itu ditetapkan pemenang. Kriteria pertama adalah keselarasan, jumlah lampu botol, penampilan tradisional yakni dengan lampu padamala, menggunakan arkus, lampu modern dengan tulisan selamat Idul Fitri. “Semua kriteria ini harus terpenuhi,”kata Fahmy dari Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, kemarin.

Di daerah-daerah telah menyiapkan sejumlah titik yang menjadi pusat perayaan. Di Kota Gorontalo seperti di Jl Taib Mohamad Gobel(eks Bengsol), jembatan talumolo, jalan dua susun. Sementara di Kabupaten Gorontalo, lokasi utama berada di Kawasan Taman Menara Limboto dan Kantor Bupati Gorontalo, berikut di Taman Telaga dan Lapangan Tibawa.

Selain lokasi itu, titik pusat Tumbilotohe juga digelar setiap pemerintah kecamatan. 19 pemerintah kecamatan memiliki titik pelaksanaan khusus. Begitu pun dengan 2015 desa, juga pemerintahnya ada titik perayaan tersendiri. “Jadi setiap kecamatan dan desa kita lombakan. Makanya mereka punya titik masing-masing pula. Untuk Taman Budaya (Taman Menara Limboto) akan diisi oleh Dikbud Kecamatan.

Lampu mereka nanti akan kita nilai,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Komunikasi dan Informatika (Disparbud dan Kominfo) Azis Nurhamidin. Dalam Tumbilotohe ini pula kata Azis, pihaknya akan menonjolkan tiga jenis lampu sekaligus. Pertama yang disebut dengan Lampu Tohetutu, yakni berupa lampu dengan wadah pepaya dan bahan bakar minyak kelapa, berikut Padamala dengan bahan bakar Minyak Tanah, dan Lampu Listrik.

Tapi semua lampu tersebut akan dikemas dengan bahan bambu. “Jadi yang akan ditonjolkan pula lampu Tumbilotohe kita dirangkai dengan bambu,” jelas Azis. Sementara itu, di kabupaten Boalemo pusat utama berada di pusat Kota Tilamuta, Jl. Trans Sulawesi. Kendati begitu, di beberapa tempat juga dibuat semarak.

Kepala Dinas Pariwisata Boalemo Handoyo Sugiharto mengemukakan, tumbilotohe di Boalemo dilaksanakan secara menyeluruh. “Selain itu, kita fokus pada pelaksanaan lomba tumbilotohe tingkat Provinsi Gorontalo saja,”ujar Handoyo, selaku panitia pelaksana festival Tumbilotohe Kabupaten Boalemo. Dalam tumbilotohe kali ini pihaknya mengaku bersyukur karena mendapat pasokan minyak tanah gratis yang disalurkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. “Kita menyiapkan 10 ribu mata lampu yang akan dibagikan di pusat-pusat pelaksanaan tumbilotohe,”terangnya.

Kabupaten Bone Bolango juga tak ketinggalan, bahkan mengklaim bakal semarak. Terdapat empat titik pusat semarak Tumbilotohe dengan jumlah lampu yang disediakan sebanyak 30 ribu botol lampu. Wakil Bupati Mohammad Kilat Wartabone, untuk Kabupaten Bone Bolango mendapat subsidi sebanyak 10 ribu liter atau 10 ton minyak tanah dari Pemerintah Provinsi Gorontalo. Ribuan liter minyak tanah itu nantinya akan dibagi di 18 kecamatan di Kabupaten Bone Bolango.

Ada pun empat titik pusat tumbilotohe itu, seperti Lapangan Ippot Tapa, Pusat Kota Suwawa, Kabila, dan Bone Pantai. Sementara itu, untuk Pohuwato merata hampir di seluruh kecamatan. Kabag Kesra Kabupaten Pohuwato, Daiman Ali mengatakan, untuk Kecamatan Paguat ada kurang lebih 2.500 botol lampu dengan ketersediaan empat drum minyak tanah, Kecamatan Popayato Induk terdapat 6.000 lampu, dipusatkan di lapangan Desa Popayato dan Desa Torosiaje Darat.

“Di Desa Torosiaje laut pula akan turut menyemarakkan malam pasang lampu. Bahkan dititik tersebut, dipastikan akan lebih ramai, karena pantulan lampunya di laut,” ujar Camat Popayato Induk, Hais Ahmada. Disisi lain, Kecamatan Wanggarasi sudah menyiapkan 10.000 lampu botol yang akan dipusatkan di tiga desa sekaligus termasuk lapangan kantor camat.

Di Kecamatan Patilanggio sendiri ada kurang lebih 5.000 lampu yang disiapkan dan akan dipasang di Dusun Karya, Desa Sukamakmur, perbatasan dengan Kecamatan Randangan. Selain itu, untuk kawasan block plan bakal menjadi wisata paling menarik untuk dikunjungi karena semua jalan dipastikan akan diterangi lampu, baik yang botol maupun listrik. Selamat menikmati malam tumbilotohe.(tro/kif/roy/gip/and/hargo)