Tradisi Ketupat, Pedagang Bambu Panen Rezeki

×

Tradisi Ketupat, Pedagang Bambu Panen Rezeki

Share this article
Pedagang Bambu untuk pembuatan nasi bulu yang sudah mulai menjamur di wilayah Kampung Jawa Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo. (foto Dhedy Henga)

 

Hargo.co.id LIMBOTO – Jelang hari raya ketupat yang tinggal dua hari lagi, sejumlah pedagang bambu di Kabupaten Gorontalo panen rezeki.

Pasalnya, permintaan bambu untuk cetakan nasi bulu oleh masyarakat meningkat tajam untuk persiapan tradisi ketupatan setahun sekali tersebut.

Seperti pantauan Gorontalo Post (grup hargo.co.id) di sejumlah titik di Kecamatan Limboto Barat Minggu (10/7), para pedagang bambu dan janur sudah mulai menjamur.

Harga yang untuk per ujung bambu bervariasi sesuai kualitas atau besaran bambu yang dijual.

“Macam-macam harganya. Ada yang Rp 5 ribu hingga 7 ribu perujung. Tergantung dari besar dan panjangnya bambu tersebut. Untuk janur pun begitu, “ujar Yanis salah satu pedagang saat diwawancarai.

Lebih lanjut Yanis mengatakan, selain bambu dan janur, dirinya menjual daun woka yang akan dipakai untuk membungkus dodol. Harganya berkisar Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribuan.

Ditanyakan asal bambu dan kentungan yang diraih setiap hari, Yanis menjelaskan, bambu yang dijual diambil dari pegunungan.

Sedangkan untuk omzet atau pendapatan biasanya bersih dari hasil penjualan Minimal Rp 400 ribu setiap hari. Apalagi pada H-1 keuntungan minimal mencapai Rp 1 juta

“Ini merupakan panen kita setiap satu tahun sekali. Makanya waktu yang ada kita manfaatkan sebisa mungkin untuk mempersiapkan bambu dan janur yang kita jual ini,” tutupnya. (ded/rt/hargo)