Perayaan Lebaran Ketupat, Nasi Bulu Jadi Makanan yang Paling Diburu

×

Perayaan Lebaran Ketupat, Nasi Bulu Jadi Makanan yang Paling Diburu

Share this article
Warga Gorontalo tengah membuat ketupat untuk hidangkan saat lebaran ketupat. (FOTO : Natha/GP)

Hargo.co.id GORONTALO – Nasi bulu menjadi makanan favorit saat perayaan lebaran ketupat di Gorontalo. Namun ternyata hal itu rupanya menjadi kesempatan bisnis yang menggiurkan bagi sejumlah kalangan masyarakat. Termasuk di Kota Gorontalo.

Selang dua hari ini di wilayah Kota Gorontalo banyak ditemukan pedagang nasi bulu. Dagangan ini rupanya banyak diburu masyarakat yang nantinya akan disajikan untuk melayani para tamu saat lebaran ketupat.

“Ya memang berjualan nasi bulu jelang lebaran ketupat cukup menguntungkan,” kata Rusli, salah satu pedagang nasi bulu di kawasan Jalan HB Yasin.

Menurut Yakop Puane, warga Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo ia akan menyediakan hingga 100 nasi bulu untuk dibagikan kepada orang-orang yang mengunjungi rumahnya saat Lebaran ketupat. Agar mudah, maka ia cukup membelinya kepada para pedagang nasi bulu yang ada di Kota Gorontalo.

Lain lagi dengan Oman. Ia justru membuat nasi bulu sendiri. Sejak kemarin, ia dan keluarganya menyiapkan 100 potongan bambu sepanjang sekitar 60 sentimeter, 150 kilogram beras ketan putih, 10 kilogram beras, dan 50 kelapa.

Ia membuat nasi bulu dengan campuran beras ketan dan beras biasa. Beras yang sudah dibersihkan lalu dicampur dengan santan kelapa, daun pandan serta bawang putih, bawang merah, garam, jahe, dan gula yang sudah dihaluskan.

“Resep khusus kami bawang merah digoreng lalu dicampur bersama beras dan santan sebelum dimasak, kalau warga lain biasanya bawang merah langsung dihaluskan,” kata Yakop

Setelah tercampur, beras kemudian dimasukkan ke dalam bambu yang sudah dibersihkan dan dialas dengan daun pisang muda. Setelah itu, santan berbumbu dimasukkan sampai penuh dan ujungnya ditutup dengan ampas kelapa. saat setelah memasukan ampas kelapa lalu kemudiandi bakar dengan menggunakan tempurung dengan waktu sekisar 5 jam sampai 6 jam. (tr-49/hargo)