Hargo.co.id LIMBOTO – Mekanisme penyaluran dan pemanfaatan program bantuan Alsintan atau alat dan mesin pertanian untuk kelompok tani di Kecamatan Limboto terus menjadi polemik. Bahkan, tak jarang sering memicu konflik internal antara anggota kelompok penerima. Pasalnya data peneriman bantuan ini terkesan simpang siur.
Parahnya lagi, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distan) Kabupaten Gorontalo yang memiliki kompetensi teknis terkait hal itu, Â tak bisa memastikan jumlah kelompok penerima bantuan, berikut alat dan mesin pertanian yang disalurkan.
Hal ini praktis sering memicu konflik internal antara anggota kelompok penerima. Ironisnya, Distan justru terkesan kuat tak memiliki mekanisme yang jelas untuk pengawasan dan evaluasi lapangan. Alih-alih bisa menyelesaikan masalah, Distan bahkan tak bisa memberi konfirmasi final terkait data kelompok tani penerima bantuan Alsintan atau alat dan mesin pertanian.
Kepada Gorontalo Post, Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Gorontalo M Nasrudin Isa, tak bisa memastikan bantuan apa saja yang telah disalurkan untuk kelompok tani Surya Tani.
Ia hanya mengatakan, bahwa apa pun bantuan yang disalurkan dinas pasti ada dokumentasinya. Sayang, ia tak bisa memberikan konfirmasi data yang sebenarnya. “Kalau ada bantuan pasti data dokumennya ada,” kata Isa, kepada Gorontalo Post, Selasa (12/7).
Sementara itu, tidak jelasnya penyaluran bantuan Alsintan untuk kelompok tani penerima, memicu banyak konflik internal anggota kelompok. Tak sedikit di antaranya bahkan saling tuding-menuding. Itu utamanya terkait transparansi bantuan yang diterima berikut jumlah unitnya.
“Informasi yang kita terima tahun ini, ada bantuan dua unit hand tractor. Sayang, hingga kini kita belum pernah melihatnya,” beber Opan, pria yang mengaku anggota kelompok Tani Surya Tani, Kelurahan Hepuhulawa, Limboto, kemarin.
Ia menyebutkan menerima banyak informasi bantuan yang diterima kelompok. Diantaranya kucuran bantuan Alsintan seperti mesin hand tractor, mesin pompa air lengkap dengan segala perangkat pendukungnya dan bantuan lainnya.
Sayang, selama ini ia mengaku tak pernah melihat keberadaan bantuan-bantuan tersebut. Sebelum ini, penyaluran dan pemanfaatan bantuan Alsintan minta ditinjau ulang. Pasalnya, banyak diantara bantuan Dinas Pertanian yang peruntukannya diserahkan ke mekanisme kelompok tani tersebut dinilai tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran.
Tak jarang, pemanfataannya bahkan sudah tidak sesuai lagi dengan format awal penyaluran bantuan. Alih-alih digunakan untuk membantu anggota, bantuan itu disebut-sebut sudah banyak dikomersilkan. Petani yang mau menggunakan alat tersebut harus merogok kocek dalam-dalam untuk jasa.(dix/rt/hargo)
