Hargo.co.id, GORONTALO – Salah satu bentuk pengabdian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terhadap pemerintah yakni dengan membentuknya Desa Tangguh Covid-19. Ini dinilai sejalan dengan program UNG yang semula telah merencanakan perkuat masyarakat dari desa yang ada di Teluk Tomini serta pesisir utara Indonesia.
Hal ini diungkapkan Rektor UNG, Eduart Wolok ketika hadir pada Podcast Lantai4 yang disiarkan oleh Hargo Channel beberapa pekan lalu. Menurutnya, sejak menjadi rektor lebih fokus pengembangan Teluk Tomini dan utara Indonesia dengan basis desa.
“Sehingga, ketika wabah Covid-19 muncul, maka sejalan dengan apa yang kami programkan. Ini lebih memudahkan untuk dilakukan sosialisasi tentang Covid-19,†kata Eduart Wolok.
Lanjut katanya, Desa Tangguh Covid-19 hadir agar setiap desa mampu membaca kondisi Covid-19 ini, terhadap warganya. Alasannya, ketika ditarik ke skup yang lebih besar, maka akan sulit. Jika dilakukan dengan skup desa atau lebih kecil, maka lebih efektif.
“Tantangannya yakni perlu keterlibatan semua pihak. Terutama keberpihakan regulasi, dari pemerintah kabupaten/kota, juga provinsi. Jadi, program Desa Tangguh Covid-19, bukan hanya sosialisasi tentang penyakit itu. Namun juha mengedukasi ke masyarakat bagaimana hidup sehat,†tegasnya. (***)
#IngatPesanIbu
Memakai masker
Menjaga jarak & menghindari kerumunan
Mencuci tangan dengan sabun
