Hargo.co.id, JAKARTA – Informasi bahwa vaksin yang akan diadakan tak sebanyak jumlah penduduk Indonesia. Itu lantas memunculkan polemik, siapa yang lebih dulu diberikan vaksin?
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto berpendapat bahwa pemerintah bisa memilah kelompok masyarakat yang boleh mendapat vaksinasi Covid-19. Misalnya, pemberian vaksin bisa diutamakan ke tenaga medis dan masyarakat di zona merah penularan Covid-19.
Seperti yang dilansir jpnn.com, menurut dia, tenaga medis ialah garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19. Dari situ, wajar jika tenaga medis diperhatikan lebih dahulu dalam hal vaksinasi.
“Sekiranya vaksinasi yang direncanakan pemerintah itu benar bisa dilaksanakan pada pekan ketiga Desember 2020, saya berharap tenaga medis dan masyarakat di zona merah harus mendapat prioritas,” kata Mulyanto dalam pesan singkatnya kepada awak media, Ahad (08/11/2020).
Wakil Ketua Fraksi PKS itu berharap pemerintah bisa mewujudkan program vaksinasi sesuai waktu. Jangan sampai, kata dia, vaksinasi terus mengalami penundaan.
“Sebaiknya harus dikawal rencana tersebut agar benar-benar dapat terlaksana sesuai jadwal. Kasihan masyarakat jika harus menunggu lagi,†kata Mulyanto.
Namun, Mulyanto pun mengingatkan pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin yang akan diberikan ke tenaga medis dan masyarakat. Vaksin harus mendapatkan izin edar dari BPOM dan terjamin kehalalannya.
“Artinya harus telah mendapat izin edar dari BPOM yang berarti sudah lulus uji klinis tahap ketiga sehingga dapat diyakini cukup memadai bahwa vaksin tersebut tersebut benar-benar efektif dan aman,” beber dia. (ast/jpnn)
#IngatPesanIbu
Memakai masker
Menjaga jarak & menghindari kerumunan
Mencuci tangan dengan sabun
