Gusnar Ditawari PDIP Jadi Kandidat Cagub

×

Gusnar Ditawari PDIP Jadi Kandidat Cagub

Share this article
Pertemuan sejumlah pengurus DPD PDIP Gorontalo dengan Ketua DPD Demokrat Gorontalo, Gusnar Ismail dirumah pribadi Gusnar Ismail, Minggu (24/7)

 

Hargo.co.id GORONTALO – Sejumlah pengurus teras DPD PDIP Gorontalo yang dipimpin Sekretaris DPD PDIP Gorontalo, Minggu (24/7) mengunjungi sejumlah kandidat Calon Gubernur (Cagub) membahas hal-hal dinamika politik Pilgub. Salah satu yang ditemui adalah Ketua DPD Demokrat Gusnar Ismail yang mendaftar dalam penjaringan di PDIP.

Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Gusnar Ismail sekitar pukul  20.30 wita. La Ode Haimudin saat diwawancarai perihal pertemuan tersebut mengatakan, hal-hal yang dibicarakan masih seputar penjaringan calon dalam koalisi PDIP dan PPP. Serta rencana Demokrat untuk bergabung dalam koalisi PDIP dan PPP. “Membahas dua hal tersebut,” jelasnya.

Apakah sempat dibahas hasil putusan rapimwil PPP yang hanya menetapkan dua nama Bacagub yaitu Zainudin Hasan dan Sjafrudin Mosii? La Ode mengatakan, hal itu memang sempat dibahas.

Makanya meski sampai kini PPP belum menyampaikan putusan resmi rapimwil,  pihaknya melakukan pertemuan dengan para kandidat Cagub baik yang telah direkomendasikan PPP maupun yang tidak direkomendasikan.

“Kita menyampaikan bahwa keputusan akhir dalam penentuan rekomendasi pasangan calon yang akan diusung koalisi, berada ditangan DPP. Makanya selain pak Gusnar kita juga akan temui para kandidat yang lain,” ujarnya.

“Kita juga menyampaikan bahwa hasil survei akan ikut menentukan rekomendasi DPP,” ujarnya.

Sementara Ketua DPD Demokrat Gorontalo, Gusnar Ismail yang diwawancarai terpisah, mengaku, dalam pertemuan dengan pengurus DPD PDIP, pihaknya ditawari untuk menjadi calon papan satu.

Tapi syaratnya, untuk calon papan dua prioritas dua kader PDIP yaitu Kris Wartabone dan Tony Junus. “Saya setuju dengan tawaran PDIP untuk mengusung saya sebagai Cagub.

Tapi untuk Cawagub saya belum tentukan pilihan apakah pak Kris Wartabone atau pak Tony Junus. Saya serahkan ke mekanime internal PDIP,” jelasnya.

Karena PDIP sangat mengedepankan mekanisme survei, tentu diharapkan agar kesempatan bagi figur eksternal tetap dibuka, dengan tetap meletakkan pada prosedur dan mekanisme partai.

“Tapi saya kembalikan lagi ke mekanisme yang berlaku di PDIP. Tapi tadi mereka (PDIP) lebih prioritaskan kader. Dan itu saya hormati,” ujar Gusnar sembari menambahkan, pihaknya masih tetap menginginkan agar komitmen koalisi bersama PDIP, PPP dan Demokrat untuk Pilgub 2017 mendatang, tetap terbangun.(rmb/hargo)