Hargo.co.id GORONTALO – Putusan rapat pimpinan wilayah (rapimwil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menetapkan Zainudin Hasan dan Sjafrudin Mosii sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) rupanya menuai kekecewaan bagi sejumlah kader PDIP.
Pasalnya putusan tersebut dinilai tidak sejalan dengan kesepakatan koalisi PDIP dan PPP. Salah seorang kader PDIP yang mengutarakan kekecewaannya, adalah Srikandi Fraksi PDIP Deprov Gorontalo, Sriani Haju.
Kepada Gorontalo Post, Senin (25/7), Sriani Haju mengatakan, tidak masuknya Hana Hasanah sebagai Bacagub PPP sangat disesalkan. Karena sebelum pelaksanaan survei calon yang dilaksanakan pada 18 Juli lalu, PDIP sebetulnya akan memasukkan Hana Hasanah sebagai kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) PDIP yang akan disurvei.
Tapi karena ada permintaan PPP Hana Hasanah akan masuk dalam survei Cagub PPP, maka PDIP akhirnya hanya mengerucutkan tiga kandidat Cawagub yaitu Kris Wartabone, Tony Junus dan Sjafrudin Mosii. “Makanya kami kaget juga dengan putusan rapimwil itu,†ujar Sriani Haju yang duduk di Komisi I tersebut.
Selain itu, menurut Sriani, koalisi PDIP dan PPP telah menyepakati bahwa keputusan terkait penentuan calon akan mempertimbangkan hasil survei. Tapi PPP mengambil keputusan saat survei belum ada hasil. “Jadi putusan rapimwil itu bagi saya terlalu cepat,†jelasnya.
Sinyal terkait PDIP yang memberi perhatian khusus terhadap Hana Hasanah, memang mulai terlihat ketika acara buka puasa Hana Hasanah dengan masyarakat saat Ramadan lalu. Saat memberikan sambutan pada acara itu, salah seorang pengurus DPP PDIP yang menangani Pilgub Gorontalo, Mochtar Muhammad, mulai memberi isyarat bahwa Hana Hasanah ideal untuk diusung sebagai Cagub.
Karena dirinya sudah mewawancarai masyarakat dari sejumlah kalangan dan hasilnya menunjukkan masyarakat menginginkan Hana Hasanah untuk maju di Pilgub. Soal tidak Masuknya Hana Hasanah dalam putusan rapimwil PPP, Ketua DPC PPP Kabupaten Bonbol, Azan Piola mengatakan, langkah itu diambil karena PPP masih ragu dengan kesungguhan Hana Hasanah untuk maju di Pilgub.
“Belum ada jaminan Hana Hasanah siap mundur dari DPD. Selain itu, Pak Fadel Muhammad adalah tokoh Golkar. Apakah nanti pak Fadel akan dukung pencalonan Hana Hasanah?,†ungkap Azan Piola.
Sementara itu, anggota tim perumus DPW PPP, AW Thalib, mengatakan, langkah DPW mempercepat keputusan terkait penetapan Bacagub dalam Rapimwil, karena ada juklak dari DPP yang memberi batas waktu hanya sampai 27 Juli. “Makanya rapimwil itu dilaksanakan karena ada batas waktu bagi DPW untuk segera melaporkan Bacagub ke DPP,†ujarnya.
Soal kekecewaan kader PDIP, AW Thalib mengatakan, putusan rapimwil tidak perlu untuk dipersoalkan. Karena itu menjadi bagian dari mekanisme internal PPP. “Selain itu ini masih belum final karena masih akan digodok oleh DPP. Dan dalam putusan rapimwil, usulan 6 nama Bacagub dari DPW tetap dimasukkan dalam risalah putusan rapat,†ungkapnya.(rmb/hargo)
