Hargo.co.id GORONTALO – Wacana penghapusan sementara Down Payment (DP) atau uang muka Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) terus bergulir menyusul lesunya industri pembiayaan atau multifinance.
Pun itu turut pula diakui oleh beberapa perusahaan pembiayaan di Gorontalo. Lantas, bagaimana tanggapan mereka terkait DP nol persen tersebut ? Â “Bisa, kalau memang ada kebijakan seperti itu, kita dukung,” ungkap Iswadi, Branch Manager Suzuki Finance Gorontalo ketika ditemui di kantornya, Senin (25/7).
Dikatakan Iswadi, sudah pasti suatu aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan dilakukan untuk mendukung perputaran ekonomi. Seperti beberapa waktu silam ketika DP KKB ditetapkan menjadi 20 persen.
Diakuinya, hal itu terasa berat. Namun setelah diturunkan menjadi 15 persen, terasa ada sedikit pertumbuhan. “Kalau di kita sih variannya sedikit hanya khusus produk Suzuki. Tapi pertumbuhannya ada setelah DP 20 persen diturunkan menjadi 15 persen,” katanya.
Namun demikian, bukan berarti hal itu tidak memiliki resiko. “Yang jelas (jika aturan penghapusan DP kredit,red) sudah berjalan kita akan was-was karena ada resiko,” ketusnya.
Contoh kasus, seperti ada beberapa orang debitur yang sudah mendapat catatan atau memiliki riwayat kredit yang bermasalah, bisa saja kembali mengajukan KKB dengan mengatasnamakan orang lain karena sudah tidak ada lagi uang muka. “Kita punya kriteria debitur dari A sampai Z.
Kalau yang punya histori bagus, tentu (tanpa DP,red) bisa kalau aturannya sudah berlaku. Tapi kalau yang sudah black list bagaimana ? Mudah-mudahan aturannya bisa lebih ketat supaya tidak ada yang merugi,” tuturnya.
Terpisah, Branch Operation Head Adira Finance, Muji Prasetiyono, mengungkapkan, dirinya belum mengetahui secara pasti tentang penghapusan sementara DP KKB. Namun pihaknya tetap menunggu aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Muji mengakui, pada bisnis multifinance khususnya kendaraan bermotor ada sedikit penurunan, “Marketnya memang ada penurunan, tapi masih berkualitas. Apalagi menjelang lebaran lalu, jika dibandingkan bulan ini memang menurun dan itu dimana-mana terjadi,” kata Muji.
Saat ini, jelas Muji, Adira Finance terus melebarkan sayapnya untuk bisnis pembiayaan mulai dari kredit sepeda motor, mobil, NDS, alat elektronik, umroh dan kedepannya adalah griya atau perumahan. Dengan begitu, pihaknya yakin bisnis pembiayaan akan terus bergairah.
Sebelumnya, OJK tengah membahas tentang aturan relaksasi uang muka atau DP KKB menjadi nol persen. OJK beralasan, kebijakan tersebut diatur untuk merangsang bisnis perusahaan pembiayaan khususnya di sektor kendaraan bermotor yang tengah lesu.(axl/hargo)
