Hargo.co.id GORONTALO – Tingginya harga beras di pasaran dinilai sejumlah besar warga masyarakat sangat tak wajar. Apalagi, kata warga beras yang dijual saat ini diduga kuat adalah stok lama, yakni masih dibeli saat musim panen rendeng, April-Mei lalu.
Indikasi itu terlihat dari warnanya yang mulai kusam, dan tak sedikit di antaranya mulai terlihat hitam. Di sejumlah besar pasar di Gorontalo, harga bahan kebutuhan pokok masyarakat itu dijual relatif cukup tinggi bahkan cenderung naik. Pantauan Gorontalo Post di pasar Limboto, misalnya, setidaknya menunjukan hal itu.
Hampir semua jenis beras yang dijual di pasaran terindikasi kuat adalah stok lama. Namun begitu, rata-rata pedagang mengaku stok yang dijual adalah beras baru.
“Beras baru ini, dipasok dari luar daerah,” kata Pulu, pedagang beras yang biasa berjualan keliling di pasar-pasar, kala berjualan di para Limboto, Jumat (5/8).
Di tempat terpisah, Kepala Balai Kepala Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Tabongo, Anton Nurkamiden, mengungkapkan, musim panen padi di Gorontalo baru dipastikan baru akan dimulai Agustus ini.
“Kalau lihat musim tanamnya, kemungkinan akhir bulan ini sudah ada yang panen,” kata Anton. Musim hujan yang relatif normal, diprediksi akan membuat produksi padi sawah cukup baik.
Anton pun berharap, sampai panen nanti tidak ada gangguan hama yang dapat menggagalkan hasil panen petani. Sekaligus, bisa membuka asa baru petani setelah hasil panen pada musim sebelumnya produksinya seret.(dix/hargo)
