Full Day, Tak Asing Bagi Boarding School

×

Full Day, Tak Asing Bagi Boarding School

Share this article
Proses pembelajaran di MAN IC Gorontalo

Hargo.co.id GORONTALO – Full day school yang bakal diterapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ternyata bukan hal baru bagi sekolah dengan sistem boarding school (sekolah asrama). Misalnya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Gorontalo.

Pada sekolah pencetak siswa berprestasi ini jam belajar bahkan sampai pukul 20.00 wita atau sampai usai salat isya. Namun kegiatan belajar mengajar di dalam kelas hanya berlangsung kurang lebih 8 jam, atau dimulai pukul 07.00 wita sampai 15.30 wita, dipotong jam isterahat 1,5 jam, yakni pukul 10.00 wita – 10.30 wita dan pukul 12.00 wita-13.00 wita.

Para siswa, usai kegiatan belajar di dalam kelas, masih akan dilanjutkan dengan kegiatan bimbingan belajar dan klinik mata pelajaran yang belum tuntas dari dalam kelas. “Itu sore hari sampai magrib. Setelah magrib ada tahfiz, kajian kitab dan diskusi tematik.

Sampai salat Isya,”jelas Sriyanto Tangahu, salah seorang guru MAN IC Gorontalo, kepada Gorontalo Post kemarin. Setelah salat Isya, lanjut Sriyanto, para siswa kemudian belajar mandiri dengan pendampingain pembina asrama sampai pukul 22.00 wita.

“Setelah itu istrahat malam, pukul 03.30 wita sudah bangun untuk salat tahajud, subuh, kultum dan taradur. Pukul 05.30 wita persiapan makan pagi dan ke madrasah (kelas). 06.30-07.00 wita tahfiz Quran di kelas,”jelasnya. Waktu belajar tersebut berlaku dari Senin sampai Jumat.

Sementara untuk hari sabtu tidak ada kegiatan KBM baik dalam maupun luar kelas. Yang ada adalah kegiatan ekstrakulikuler, seperti pembinaan ONS dan pengembangan diri. “Hari minggu libur,” jelasnya.

Begitu pula dengan di Pesantren Hubulo, Kabupaten Bone Bolango. Full day school bukan hal baru lagi. Sistem itu bahkan telah lama diterapkan di pesantren. Wakil ketua pimpinan Pesantren Hubulo, Ustads Hakim, mengatakan jika dipesantrenya kegiatan siswa dimulai sejak subuh sampai malam hari.

“Pendidikan pesantren dimulai sejak bangun tidur kembali tidur malam lagi sudah dijadwalkan dengan teratur “ujar Ustad Hakim saat dihubungi via telepon semalam.

Kata Ustad Hakim, sistem pendidikan itu memang sudah baku diterapkan dilingkungan pesantren. Sehingga pihaknya sudah tidak lagi merasa kaget dengan kabar rencana pemerintah itu. Apalagi dengan tegas Ustad Hakim mengakui, sebenarnya, pendidikan pesantren itu adalah gaya pendidikan yang paling ideal.

“Cuma sayangnya pemerintah saja masih malu-malu ikut mencontohinya,”ujar Ustad Hakim. Kalau pun pemerintah jadi menerapkan full day school. Dijelaskan Ustad Hakim, Pesantren Hubulo sendiri sudah ada persiapan mulai dari ketersediaan fasilitas dalam menunjang jadwal pendidikan santri untuk dilakoni setiap harinya, sampai jadwal kesibukan santri.

“Sistem pembelajaran di Hubulo itu selain pertama pendidikan formal ada juga ekstrakulikuler bahkan sampai ada kegiatan diasrama-asrama,”pungkasnya.(tro/Csr/hargo)