Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah melalui proses demokrasi yang cukup alot, akhirnya Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo melahirkan pimpinan. Ahad (12/09/2021) Musda berakhir dengan hasil Hendra Hemeto sebagai ketua secara aklamasi karena Warsito Sumawiyono gagal nyalon.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, tim verifikasi yang menetapkan bahwa jumlah suara yang diperebutkan sebanyak 25 suara. Suara tersebut berasal dari Pengurus Kecamatan (PK) sebanyak 19, dan sisanya dari organisasi sayap (yang didirikan dan mendirikan Partai Golkar) serta suara dari DPD I.
“Verifikasi dilakukan dua tahap yakni terhadap PK dan organisasi sayap. Hasilnya, sebanyak 25 suara yang akan diperebutkan,” kata Pimpinan Sidang, Maman Djakaria.
Namun setelah memberi dukungan, Hendra Hemeto memperoleh 10 dukungan, dalam artian memenuhi syarat untuk maju sebagai calon pada Musda tersebut. Sementara Warsito Sumawiyono hanya mendapat 7 dukungan suara.
Warsito Sumawiyono dinyatakan tak memenuhi syarat untuk maju sebagai calon karena tak mencapai dukung 30 persen. Sebanyak 8 suara yang ditengarai memberikan dukungan ke Warsito Sumawiyono dianggap tak lolos verifikasi.
Diakui oleh Maman Djakaria bahwa dalam tahapan pertama verifikasi terjadi kekeliruan yang menyebabkan konflik kecil dalam proses sidang berlangsung. Ketika tin verifikasi memeriksa PK-PK secara keseluruhan, ternyata ada yang harus diverifikasi kembali, yaitu hasta karya.
“Dengan begitu dari hasil akhir yang dikeluarkan tim verifikasi, dan hanya melahirkan satu calon, maka Musda ini berakhir secara aklamasi. Bakal calon harus memenuhi 30 persen. Karena pak Warsito Sumawiyono tidak memenuhi itu, secara administrasi gugur,” kata Maman Djakaria. (***)
Penulis: Herman Abdullah
