Hargo.co.id, GORONTALO – Hingga dengan triwulan ke II tahun 2021, target serapan anggaran 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Gorontalo mencapai 66 persen.
Hal tersebut terungkap dalam Rapat Pimpinan Evaluasi Penyerapan Anggaran APBD tahun 2021 yang berlangsung di Aula Rujab Gubernur, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada Senin (20/09/2021).
Rapat yang dihadiri oleh seluruh pimpinan OPD tersebut, dipimpin langsung Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang juga didampingi Wagub Idris Rahim dan Sekdaprov Gorontalo Darda Daraba.
“Realisasi rata-rata ada sekitar 21 OPD yang sudah melampaui target provinsi yakni sebesar 66 persen. Dengan demikian masih ada 12 OPD yang masih dibawah realisasi provinsi, nah itu tadi yang digenjot oleh pak gubernur dan pak wagub untuk percepatan khususnya untuk administrasinya,” ungkap Sagita Wartabone (Kepala Biro Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Gorontalo).
Sagita juga menambahkan, anggaran ini sudah termasuk APBD Perubahan. Ia menyebutkan ada beberapa dinas yang memang realisasinya masih rendah dikarenakan terlambat melakukan lelang.
“Yang rendah ini ada beberapa kegiatan yang khususnya seperti dinas sosial, Dikbudpora juga yang agak terlambat melakukan lelang khususnya untuk sekolah–sekolah. Karena memang ada cukup banyak sekitar 70an Sekolah yang dibuat untuk SMA/SMK sederajat, sehingga ada persiapan–persiapan di mana perlu waktu yang cukup panjang,” ujar Sagita Wartabone.
Seluruh OPD pun diharapkan dapat memperhatikan pencairan termin tahap kedua. Oktober nanti termin tahap dua harus segera di cairkan. Tetapi sebelum pencarian tahap dua, target fisik harus terlampaui 75 persen.
“Memang rata–rata pencairan baru pada termin satu. Karena memang ada perpanjangan DAK, itu sampai dengan 31 Agustus kemarin, sehingga ada beberapa OPD yang masih menyelesaikan sampai tanggal 31 Agustus,” tambah Sagita Wartabone
Realisasi fisik dan keuangan pemprov gorontalo hingga Agustus 2021 adalah realisasi fisik 66,87 persen dari target 64,27 persen dan realisasi keuangan 55,49 persen dari target 61,94 persen. Jika dilihat, realisasi fisik melampaui target sementara realisasi keuangan masih agak rendah.(*)
Penulis: Zulkifli Polimengo
