Hargo.co.id GORONTALO – Sebelumnya, Saut Situmorang hadir dalam kuliah umum yang diselenggarakan Unisan Gorontalo. Di hadapan ribuan mahasiswa, Saut mengatakan, saat ini Indonesia memiliki nilai integritas dunia di angka 36. Jauh dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura yang berada di atas angka 50 poin.
“Indonesia nilai integritas dunianya sama dengan negara di Afrika yaitu Mali. Ini membuktikan bahwa Indonesia harus berubah. Generasinya harus didik secara baik untuk menjadi orang-orang yang mampu menanamkan integritas di dalam dirinya. Jika itu tercapai, maka secara bertahap. Indonesia bisa berada diposisinya yang baik,†kata Saut Situmorang.
Lebih lanjut Saut Situmorang mengatakan, dalam proses pengawasan, KPK butuh dukungan dari seluruh stakeholder. Dengan jumlah pegawai KPK yang terbatas, mustahil bagi KPK untuk dapat mengawasi seluruh kasus korupsi yang terjadi di tanah air. Dalam proses pengawasan, komisi anti rasuah tersebut membuat aplikasi JAGA.
“Aplikasi ini mempermudah masyarakat untuk dapat melaporkan setiap masalah yang ada di setiap instansi pemerintahan. Baik itu di Puskesmas, Rumah Sakit, Kelurahan hingga di instansi tertinggi di daerah itu. Program ini sangat baik untuk mendukung KPK dalam pencegahan tindak pidana korupsi di daerah,†terang Saut Situmorang.
Dia pun mendorong, agar ada calon-calon pimpinan KPK yang berasal dari Gorontalo. “Maka sejak dinilah, kita ciptakan generasi berintegritas. Generasi yang menanamkan nilai kejujuran di dalam dirinya. Dan diantara mahasiswa di Unisan ini harus ada yang menjadi anggota KPK bahkan Pimpinan di komisi anti rasuah ini,†jelas Saut Situmorang.(ndi/hargo)
