Hargo.co.id GORONTALO – Arus kedatangan wisatawan asal Tiongkok atau China ke Manado memberikan dampak yang luar biasa pada perekonomian di daerah setempat.
Dan ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh Gorontalo sebagai daerah tetangga yang terdekat dengan Sulawesi Utara (Sulut).
Sebagai langkah awal, rencananya Gorontalo akan dimasukkan pada paket optional tour Manado and Beyond dalam waktu dekat ini karena dengan membludaknya wisatawan asal Tiongkok di Manado seiring rencana penambahan frekwensi dari 8 flight menjadi 12 sampai 14 flight per Minggu mulai September mendatang.
Hal itu terungkap saat pertemuan antara Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) didampingi unsur perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo dengan grup China Lion Air di Manado, usai menghadiri acara dengan Kementerian Pariwisata RI di Hotel Aryaduta, belum lama ini.
Terungkap dari pertemuan itu bahwa akan diadakannya kerja sama untuk bisa membuat Gorontalo menjadi salah satu destinasi Manado and Beyond.
“Pertemuan kemarin itu adalah awal untuk upaya kita bekerjasama mendatangkan wisatawan asing di Gorontalo. Mereka sudah setuju secara verbal, tapi untuk prakteknya nanti setelah mereka akan survey di Gorontalo, rencananya akhir Agustus ini,” ungkap Ketua ASITA Gorontalo, Marten Chandra ketika dihubungi awak koran ini, Minggu (14/8).
Sebagai langkah awal, Gorontalo akan masuk menjadi paket optional tour Manado and Beyond dengan target 20 sampai 35 orang dengan masa tinggal 2 sampai 3 hari di Gorontalo.
Rencananya, akan dicoba connect flight dengan maskapai Wings Air dari dan ke Manado. Jika ini sukses, kedepannya bukan tidak mungkin paketnya akan menjadi paket 5 hari di Gorontalo.
“Kenapa kita mencoba dari yang kecil dulu, karena kita masih dalam tahap persiapan. Masih banyak PR yang perlu kita benahi bersama karena pembenahan destinasi wisata unggulan sampai sekarang belum sesuai dengan standar yang benar,” tutur Marten.
Whale shark (hiu paus), Olele, Saronde yang menjadi wisata unggulan, lanjutnya, masih perlu banyak pembenahan. Perlu ada persatuan dari provinsi dan kabupaten/kota untuk menjadikan pariwisata sebagai program unggulan yang benar-benar unggulan, bukan hanya dimulut.
Pembangunan pariwisata yang difokuskan di 3A (Atraksi, Akses, Amenitas). Menurutnya pula, kedatangan turis asing yang melimpah di Gorontalo sudah didepan mata. Belum lama ini di pesawat Wings Air ada sekitar 10 sampai 14 turis Tiongkok yang ke Gorontalo untuk diving.
Hal itu karena selera turis Tiongkok sesuai dengan Gorontalo, “Mereka suka laut, seafood, belanja, hiburan cocok dengan Manado dan itu ada di Gorontalo,” katanya.
Marten berharap, jangan cepat berpuas diri dengan 26 Ribu pengunjung dalam 3 bulan di whale shark (hiu paus) karena diyakininya Gorontalo dengan segala potensinya bisa jauh lebih dari itu.
“Jadi intinya, setelah survey nanti, baru akan ditentukan apakah paket optional tour ini bisa 2 hari, 3 hari atau 4 hari waktu kunjungan ideal untuk wisatawan China. Mudah-mudahan lancar,” pungkasnya.(axl/hargo)
