Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie tercatat sudah memimpin daerah yang berjulukan Serambi Madinah selama dua periode dan dikabarkan akan purna tugas pada 12 Mei 2022 nanti.
Di sisa lebih kurang empat bulan masa jabatannya itu, Gubernur Gorontalo yang dikenal sangat dekat dan peduli dengan rakyatnya ini mengungkapkan harapannya di masa memasuki purna tugas.
Mantan Bupati Gorontalo Utara itu berharap agar pimpinan OPD dan seluruh pegawai terus bekerja serius, bertanggung jawab, profesional dan akuntabel. Ia mencontohkan soal serapan anggaran yang memperoleh predikat tercepat dan tertinggi dari Kemendagri.
“Seperti tadi, kita evaluasi target fisik dan keuangan. Boleh saja kita tertinggi tapi administrasi harus baik. Saya ingin mempertahankan 10 kali berturut turut WTP. Ini menjadi tahun terakhir saya,”kata Rusli Habibie kepada Wartawan usai rapat Pimpinan OPD yang digelar di Aula Rumah Jabatan, Senin (10/01/2022).
Harapan lain yang ia ungkapkan yaitu menyangkut legacy pembangunan yang ingin ia tinggalkan untuk rakyat. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah termasuk untuk pembangunan masjid raya, kelanjutan jalan Gorontalo Outer Ring Road hingga pembangunan rumah sakit dr. Hasri Ainun Habibie.
“Rumah sakit Ainun sudah dapat PEN kita dibantu Rp150 miliar. Mungkin separuh dulu, belum semuanya (untuk pembangunan fisik),” imbuh Rusli Habibie.
Rumah sakit Ainun menjadi andalan Rusli Habibie untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyat. Ia berharap rumah sakit ini bisa memberikan pelayanan gratis bagi warga kurang mampu yang punya BPJS atau tidak sama sekali.
Selain itu ia menerangkan dimana untuk jalan GORR tahun ini diharapkan sudah fungsional hingga segmen tiga dengan total panjang jalan 31 kilometer, disamping itu juga pembangunan jembatan di beberapa titik diharapkan tuntas tahun ini.
Selain beberapa poin diatas, Rusli Habibie juga mengungkapkan bahwa Jalan Lito-Bubaa (Paguyaman Pantai) di jalur Selatan Provinsi Gorontalo juga menjadi salah satu yang difokuskan. Jalur ini diharapkan bisa membuka akses pertanian dan pariwisata, sehingga nyambung dengan jalur Biluhu, Bilato dan Batudaa Pantai. (***)
Penulis: Zulkifli Polimengo
