Antisipasi Anak Putus Sekolah, DPRD: Intervensi Anggaran Pendidikan 

×

Antisipasi Anak Putus Sekolah, DPRD: Intervensi Anggaran Pendidikan 

Share this article
Anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut) Wisye Pangemanan
Anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut) Wisye Pangemanan

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi satu daerah merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Terhadap ketersediaan SDM tersebut, tidak luput juga dari intervensi anggaran, terutama untuk mereka yang masih dalam jenjang pendidikan, namun tidak mampu untuk melanjutkan sekolah mereka.

Pernyataan ini disampaikan Anggota DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Wisye Pangemanan yang mana menurutnya ada begitu banyak putra dan putri daerah yang memiliki IQ dan EQ yang tinggi. 

“Hanya saja karena kondisi ekonomi yang kurang mampu, sehingga tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan. Atau dengan kata lain putus sekolah.,” ungkap Wisye Pangemanan.

Menurut Wisye Pangemanan, tak ada yang boleh disalahkan. Pasalnya, biaya pendidikan saat ini memang mahal. Sementara perekonomian masyarakat belum dapat menjangkau meskipun IQ dan EQ yang tinggi. 

Tentunya kondisi tersebut turut mempengaruhi ketersediaan SDM bagi daerah, karena banyak mereka harus puas dengan pendidikan yang secukupnya. 

“Padahal jika mereka ditanya, pasti ingin bersekolah setinggi-tingginya. Namun apa daya orang tua tidak mampu lagi membiayainya,” tegas Aleg Partai Golkar tersebut.

Untuk itu, Wisye Pangemanan berharap agar intervensi melalui anggaran pendidikan harus mendapatkan perhatian yang serius, agar anak-anak yang memiliki IQ dan EQ yang berdaya saing dapat melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi lagi. 

“Ketika daerah memiliki anggaran pendidikan yang mumpuni, tentu akan menolong para orang tua yang tidak mampu dalam menyekolahkan anaknya,” ujarnya.

Ini juga, kata Wisye Pangemanan dapat membantu pemerintah daerah dalam mempersiapkan SDM-SDM yang berkualitas dan berdaya saing. 

“Sehingga kedepan atas kebutuhan SDM daerah dapat dipenuhi, dan tidak susah lagi,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman