Hargo.co.id, GORONTALO – Bahaya penularan Covid-19. Khususnya, varian baru Delta dan Omicron, kembali dipertegas dan diingatkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Saking pedulinya terhadap rakyat, orang nomor satu di Bumi Serambi Madinah (Julukan Gorontalo) itu, langsung bertandang ke Boalemo, begitu pulang dari luar Daerah, didampingi sang istri, Idah Syahidah.
Ada beberapa agenda terjadwal yang diikuti langsung Rusli Habibie di Boalemo. Di antaranya, memastikan progres pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Daerah yang ditetapkan naik level 2 PPKM tersebut. Khususnya vaksinasi terhadap anak usia 6-11 Tahun, dan kepada para Lanjut Usia (Lansia) saat ini.
“Jangan pernah berhenti dan jangan pernah lengah. Saya baru turun dari Bandara kemarin, langsung ke Boalemo. Semalam rapat Forkopimda ada pak Kajati, Wakapolda, Kabinda, Danrem, Kajari juga ada dan Dandim, hanya untuk membicarakan bagaimana mencegah penularan Covid-19 di Gorontalo,” ujar Rusli Habibie, saat meninjau Vaksinasi Covid-19 di Tilamuta, Senin, (07/02/2022).
Rusli Habibie berujar, beberapa pekan lalu, hampir setiap hari pihaknya melalukan Tracking Kontak guna melacak penularan Virus Corona. Alhasil, nyaris tak ada yang ditemukan. Namun, belakangan ini katanya, sudah mulai menunjukan naik. Salah satu faktornya adalah masyarakat sudah tidak mau divaksin. Dan sudah tidak menjalankan Protokol Kesehatan.
“Sudah banyak masyarakat di kampung dan di Desa-desa yang saya temukan, tidak menggunakan masker. Ini salah satu penyebab naiknya kasus. Saya minta kepada seluruh Stakeholder di sini, termasuk Kepala-kepala Desa, pak Bupati tolong perhatikan, Kepala Desa harus mengontrol rakyatnya. Undang-undang paling tinggi di Indonesia ini, adalah undang-undang bagaimana pemerintah melindungi dan mendisiplinkan masyarakatnya,” jelas Rusli Habibi.
Ditegaskannya, Covid-19 belum selesai, meski ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa Virus Corona telah selesai. Buktinya varian Delta dan Omicron. Varian baru Covid-19 ini kata Gubernur dua periode itu, penularannya sangat cepat. Terutama bagi kalangan anak-anak dan para Lansia. Kalangan ini masuk kategori rentan terjangkit.
“Beberapa hal yang ingin saya sampaikan, dengarlah apa kata Presiden. Kita dengar semua apa yang disampaikan oleh para Menteri, Gubernur, Fokopimda, Bupati/Wali Kota, Camat, Kepala Desa dan para Tokoh masyarakat. Bahwa vaksin itu aman dan halal. Tidak mungkin pemerintah, presiden menginstruksikan kepada seluruh jajarannya, untuk pelaksanaan vaksin. Karena apa? Karena hanya dengan vaksin ini kita bisa mengendalikan Covid-19,” cetusnya.
Namun, sebelummya Rusli Habibie, mengapresiasi upaya Pemda Boalemo dalam melaksanakan Vaksinasi. Yang mana terhadap Lansia sudah di atas 60 persen, dan juga dosis 1 sudah di atas 80 persen. Atas capaian tersebut, ia memberikan penghargaan terhadap Bupati Boalemo dan seluruh jajaran Pemda Boalemo. (*)
Penulis : Abdul Majid Rahman
