Hargo.co.id, GORONTALO – Nasib apes menimpa pasangan Mahmud Thalib dengan Melis Ilowa, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Betapa tidak, anaknya tak tercover BPJS Kesehatan, sementara butuh dana untuk pengobatan penyakit tumor yang dideritanya.
Informasi yang berhasil dihimpun, bocah berusia 3 tahun dengan inisial SPT, anak dari pasangan Mahmud Thalib dengan Melis Ilowa menderita penyakit tumor. Tindakan pertama sudah dilakukan yakni berobat di RS Boliyohuto.
Menurut Melis Ilowa, saat dilahirkan kondisi anak mereka terlihat baik-saja. Menginjak usia 3 tahun, Melis Ilowa melihat ada pembengkakan kecil di rahang sebelah kanan pada sang anak. Awalnya pembengkakan itu terlihat kecil, dan itu tidak bisa disentuh karena sang anak mengeluhkan sakit.
“Lalu saya membawa ke Puskesmas terdekat. Mereka mengatakan itu hanya gusi bengkak, dan diberikan obat pereda nyeri. Karena tidak ada perubahan, membawa anak saya ke klinik dan divonis amandel. Meskipun sudah konsumsi obat amandel dari dokter, namun bengkaknya semakin besar,” jelas Melis Ilowa saat dihubungi Sabtu, (26/02/2022).
Khawatir tidak ada perubahan, Melis Ilowa lantas membawa anaknya ke RS Boliyohuto dan dugaaan sementara dokter saat itu yakni tumor oleh dokter. Dokter di RS Boliyohuto lantas merujuk ke rumah sakit yang lebih besar, yakni ke RSUD Dunda Limboto.
Jumat, 25 Februari 2022, Melis Ilowa dan relawan setempat membawa SPT ke RSUD Dunda Limboto dengan bekal fasilitas Jamkesda. Maklum, keluarga ini masuk kategori tak mampu semetara SPT tak tercover BPJS Kesehatan.
“Anak saya belum punya (tak tercover) BPJS Kesehatan. Alasannya, kami belum ada Buku Nikah, karena usia masih belasan tahun. Padahal umur saya 21 tahun dan suami saya sudah 22 tahun. Sudah pantas untuk dapat buku nikah,” jelas Melis Ilowa.
Akhir pembicaraan, Melis Ilowa menuturkan jika biaya pengobatan anaknya kini sementara menggunakan Jamkesda itupun dalam proses pembuatan. Melis Ilowa sangat berharap ada dermawan yang bersedia membantu pengobatan anak satu-satunya ini. Pekerjaan Mahmud Thalib hanya serabutan sementara Melis Ilowa hanya seorang IRT. (***)
Penulis: Nurhayati S. Abdullatif *
*) Penulis adalah mahasiswa magang dari UNG
