Ini Alasan APRI Pohuwato Lakukan Normalisasi Sungai Dengilo

×

Ini Alasan APRI Pohuwato Lakukan Normalisasi Sungai Dengilo

Sebarkan artikel ini
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi Sungai Dengilo, Kamis (10/03/2022) oleh APRI Pohuwato. (Foto: Istimewa)
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi Sungai Dengilo, Kamis (10/03/2022) oleh APRI Pohuwato. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Adanya keluhan masyarakat terkait dampak aktivitas pertambangan di Kecamatan Dengilo, disadari DPC Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) perlu untuk disikapi lebih serius. APRI Pohuwato melalui Community Responsibility Mining (CRM) Dengilo, melakukan Normalisasi Sungai Hutamoputi dan Sungai Popaya, Kamis (10/03/2022). 

Sebagaimana disampaikan Herman Moigo, Sekretaris DPC Apri Pohuwato, aksi normalisasi sungai yang dilakukan merupakan inisiatif para pelaku usaha untuk menjawab semua persoalan yang ada  di Kecamatan Dengilo dan Paguat kaitan dengan dampak dari aktivitas pertambangan yang ada. 

“Bagi kami sebagai APRI tentu mengapresiasi langkah pelaku usaha tambang dalam rangka melakukan normalisasi. Dan ini sudah disepakati oleh semua pelaku usaha, dan persyaratannya seperti itu. Jadi wajib. Dimana untuk pengerukan sedimentasi di sungai akan kita lakukan dari hulu hingga hilir yang meliputi Desa Karya Baru di Dengilo hingga muara sungai di Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat ,” ujarnya. 

Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi Sungai Dengilo, Kamis (10/03/2022) oleh APRI Pohuwato. (Foto: Istimewa)
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk melakukan normalisasi Sungai Dengilo, Kamis (10/03/2022) oleh APRI Pohuwato. (Foto: Istimewa)

Lanjut kata Herman. APRI pun berkomitmen agar para penambang yang ada di Pohuwato tetap memperhatikan lingkungan. Sehingga program normalisasi sungai dan penanaman pohon di bantaran sungai akan dilakukan secara berkelanjutan. 

“Komitmen kami yang pertama mendorong normalisasi ini, kemudian kami akan tetap berupaya bagaimana bantaran sungai Dengilo dan Popaya dilakukan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan,” pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Hutamoputi, Iskandar Monoarfa, mengaku bersyukur atas kepedulian para pelaku usaha pertambangan untuk melakukan normalisasi pengerukan sedimentasi di bantaran sungai Dengilo dimana masalah sedimentasi kerap kali menjadi faktor penyebab banjir yang menggenangi rumah warga. 

“Alhamdulillah ini sudah kedua kalinya teman-teman pelaku usaha dan juga APRI Pohuwato melakukan pengerukan. Kami tentu bersyukur dengan adanya komitmen ini untuk meminimalisir dampak lingkungan atas aktivitas pertambangan. Apalagi untuk sungai yang ada di Desa Hutamoputi sendiri dari tahun ke tahun mengalami pendangkalan,” ucap Iskandar. (***)

 

Penulis: Ryan Lagili