Perpendek Jarak, Bone Pesisir Layak Jadi Daerah Otonomo Baru  

×

Perpendek Jarak, Bone Pesisir Layak Jadi Daerah Otonomo Baru  

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung (keempat dari kiri) saat kunjungan spesifik penilaian/peninjauan kelayakan daerah otonom baru (DOB) Bone Pesisir, pada Selasa (29/03/2022) (Foto: Rita Setiawati/HARGO)
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung (keempat dari kiri) saat kunjungan spesifik penilaian/peninjauan kelayakan daerah otonom baru (DOB) Bone Pesisir, pada Selasa (29/03/2022) (Foto: Rita Setiawati/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Salah satu alasan kenapa Bone Pesisir layak menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB), karena letak geografisnya. Meskipun berada di wilayah Bone Bolango, namun dipisah oleh Kota Gorontalo. 

Ini diungkapkan Ketua Komite Pembentukan Kabupaten Bone Pesisir, Ridwan Tohopi yang mana menurutnya, Bone Pesisir nantinya terdiri dari lima kecamatan. Kecamatan yang dimaksud yakni Kecamatan Bone, Kabila Bone, Bone Pantai, Bulawa dan Bone Raya.

“Desa Tihu sebagai ibukota kabupaten yang terdiri dari 55 desa dengan penduduk 51.215 jiwa,” kata Ridwan Tohopi. 

Lanjut katanya, kelima kecamatan tersebut memiliki potensi alam yang besar baik dari industri pariwisata seperti wisata Alam Laut Olele, Air Terjun, Pantai Kurenai, Bukit Cinta, Pantai Tihu dan lainnya. Pendidikan seperti sekolah formal SD, SMP, SMA serta Pesantren. Pertanian seperti kelapa dan cengkeh, potensi alam yang terdiri dari batu granit, batu hitam, dan emas serta hasil laut.

Selain memiliki potensi yang besar, daerah-daerah yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah harus didorong menjadi prioritas untuk dimekarkan karena tujuan akhir dari pemekaran ini bukan hanya mendekatkan masyarakat dengan instansi pemerintahan, tetapi bagaimana masyarakat yang di daerah otonom baru tersebut bisa sejahtera.

“Pemekaran ini sebetulnya sesuatu yang harus. Karena definisi pemekaran adalah untuk memperpendek (jarak) masyarakat dan seluruh dinamikanya untuk menyelesaikan urusan dengan yang berkaitan dengan pemerintahan,” ungkap Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat kunjungan spesifik penilaian/peninjauan kelayakan daerah otonom baru (DOB) Bone Pesisir, pada Selasa (29/03/2022).

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengatakan, dengan adanya kabupaten baru ini nanti, dapat melayani masyarakat dengan lebih dekat. Dirinya sempat khawatir terhadap daerah yang akan dimekarkan akan menjadi miskin, namun ternyata sumber daya alam di Bone Pesisir sangat-sangat banyak. (***)

 

Penulis : Rita Setiawati