Pembangunan RS Pratama Dimulai, Waktu Pelaksanaan 210 Hari

×

Pembangunan RS Pratama Dimulai, Waktu Pelaksanaan 210 Hari

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Rizal Yusuf Kune
Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Rizal Yusuf Kune

Hargo.co.id, GORONTALO – Jika tidak ada aral melintang, Jumat (03/06/2022) atau hari ini, pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama dimulai. itu ditandai dengan penandatanganan kontrak pekerjaan di lokasi pembangunannya di Kecamatan Tolinggula dengan anggaran sekitar Rp 70 Miliar lebih. 

Terhadap kepastian penandatangan kontrak tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara (Gorut) Rizal Yusuf Kune, saat ditemui media ini di kantor pada Kamis (02/06/2022). 

“Rencananya besok (hari ini-red) penandatangan kontrak dilakukan. Calon pemenangnya perusahaan dari luar daerah. Untuk pelaksanaan pekerjaan akan dimulai sehari setelah penandatanganan kontrak yakni 4 Juni dan terhitung selama 210 hari kerja,” ungkap Rizal Yusuf Kune sehari sebelumnya. 

Lebih lanjut dikatakan, bahwa dalam proses tender yang kurang lebih sebulan tersebut, ada banyak perusahaan yang mendaftar, namun yang memasukan penawaran hanya 12 perusahaan saja. 

“Dan dari 12 tersebut, 4 perusahaan yang direkomendasikan untuk dievaluasi dan yang menjadi kandidatnya peringkat ke-7 kalau tidak salah,” kata Kadis Kesehatan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan kali ini ada sedikit berbeda, kata Rizal Yusuf Kune, seperti halnya ada manajemen konstruksi yang mengantongi lisensi yang akan ikut mengawasi mulai dari awal pekerjaan tersebut yang waktunya 210 hari kerja. 

“Termasuk juga dari unsur penegak hukum, karena kami sadar ini satu-satunya pekerjaan di Gorut yang anggarannya paling besar,” tegasnya.

Untuk calon pemenang sendiri kata Rizal, pihaknya melakukan penyelidikan sendiri sampai kepada personil yang diajukan dalam dokumen. 

“Dan semuanya sesuai. Tidak hanya itu, ada juga komitmen bersama yang dibangun dan itu telah disetujui juga, seperti ketika ada evaluasi, semua harus hadir untuk menjelaskan. Hal ini diambil berdasarkan pengalaman yang sebelumnya,” jelasnya.

Pada intinya kata Rizal, bulan Desember dengan kemungkinan terburuk, pelaksanaan pekerjaan dilapangan harus mencapai 90%, baru dapat dicairkan. 

“Itu dengan resiko terburuk, namun jika tidak maka tentu diharapkan selesai seratus persen,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman