Hargo.co.id, GORONTALO – Pelaksanaan bimbingan teknik (Bimtek) tentang optimalisasi peran DPRD dalam fungsi penyusunan anggaran dan pengawasan dan evaluasi APBD yang bekerjasama dengan Universitas Veteran Jakarta, selama tiga hari kemarin, membuat aleg optimis pembahasan APBD kedepannya akan lebih maksimal lagi.
Pelapor Badan Anggaran (Banggar) Ali Polapa ketika dihubungi melalui telepon, Ahad (17/04/2022) mengatakan, dalam rangka peningkatan kapasitas optimalisasi daripada pimpinan dan anggota DPRD. Terutama dalam fungsi penyusunan APBD dan evaluasi pendalam APBD, dimana materinya memang orang-orang yang luar biasa berkompeten di bidangnya, yakni DR Nunung mantan pejabat dirjen dan juga mantan penjabat Gubernur Riau dan pemateri dari Depdagri membuat kami optimis dan sangat bersemangat mengikuti Bimtek tersebut.
“Bimtek ini merupakan pendalaman tugas dan optimalisasi fungsi DPRD dan jika saya lihat secara keseluruhan, pendalaman ini banyak hal yang tadinya kita sulit membaca penyusunan APBD dan alhamdulillah ini semua terbahasakan dan paling kurang memberikan nuansa baru dalam pembahasan APBD yang akan datang,” ungkap Ali.
Dikatakan Ali, dalam Bimtek kali ini diakui mereka lebih termotivasi dengan materi yang disajikan ini cukup mengena sasaran yang selama ini selalu kita laksanakan. Bimtek ini sangat penting sekali dan harusnya Bimtek seperti ini harus dilakukan setiap tahun, mengingatkan kembali agar anggota DPRD itu selalu diingatkan benar-benar tugas dan fungsi DPRD itu seperti apa, minimal ada penambahan ilmu dari anggota itu sendiri, sehingga dalam pembahasan APBD anggota bisa memahami kemana arah kebijakan, contohnya disajikan bagaimana mengulas pendapatan daerah, bagaimana strategi pendapatan dan menyusun pendapatn itu dari tahun ketahun yang sepertinya sama.
“Disatu sisi kita tidak lebih mempertajam atau melihat langsung dan mengevaluasi seperti apa keuangan daerah,” jelasnya.
Dikatakan aleg tiga periode ini, untuk bimtek kali ini peserta bimtek dalam hal ini anggota DPRD lebih diberikan motivasi dan pendalaman bagaimana mengkaji, dari setiap materi yang disajikan.
“Kita lebih diberikan cara bagaimana membaca isi APBD dan melihat atau memahami isi APBD, karena banyak keluhan APBD tersebut diserahkan dalam bentuk buku yang cukup tebal, sehingga Aleg sangat sulit membahas satu persatu isi buku tersebut,” jelas Ali.
Pelapor Banggar ini menambahkan, pembahasan Bimtek ini benar-benar dioptimalkan oleh Aleg, bahkan pembahasannya berlangsung sampai pukul 24.00 setelah tarawih, karena materi yang diberikan pun sangat memotivasi peserta bimtek, apalagi materinya pun ahli dibidangnya. Ketua Ali juga mengungkapkan dengan bimtek ini Aleg lebih bersemangat dalam menghadapi pembahasan APBD perubahan.
“Seluruh komisi di DPRD akan melakukan evaluasi terhadap seluruh program yang berjalan di OPD dan akan lebih melihat sejauh mana program yang dimasukkan dalam perencanaan APBD sejauh mana berjalan dan ini tentunya lebih menambah wawasan aleg dalam pembahasan APBD nanti,” tandasnya. (***)
Penulis: Deice Pomalingo
