Pria 58 Tahun di Bone Bolango Ditemukan Tewas Gantung Diri

×

Pria 58 Tahun di Bone Bolango Ditemukan Tewas Gantung Diri

Share this article
Ilustrasi Gantung Diri
Ilustrasi Gantung Diri

Hargo.co.id, GORONTALO – Warga di Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang tergantung di pohon dengan seutas tali di lehernya, Selasa (07/06/2022).

Belakangan pria yang berprofesi sebagai petani tersebut bernama Samin Karnain (58), warga Desa Butu, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.

Informasi yang berhasil dihimpun Hargo.co.id, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang pergi ke kebun untuk mengambil bambu, dikawasan perkebunan jati sekitar pukul 12.30 Wita.

Saksi yang saat itu melihat dan mengetahui kondisi korban, langsung menginformasikan kepada istri dan anak korban. Setelah menerima informasi tersebut, anak korban langsung menginformasikan kepada Anggota Bhabinkamtibmas Desa Butu.

Beberapa saat setelah menerima informasi tersebut, Personel Polsek Tilongkabila yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPDA Novika Veronika, S.Tr.K langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan membuat garis polisi.

Selanjutnya berselang beberapa saat kemudian Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Bone Bolango yang datang kelokasi juga langsung melakukan olah TKP dengan didampingi oleh Anggota Polsek Tilongkabila.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tilongkabila IPDA Novika Veronika, S.Tr.K membenarkan kejadian tersebut, dan menjelaskan bahwa pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara hingga melakukan pengamanan di sekitar lokasi.

“Iya, benar, kejadiannya siang tadi. Setelah menerima informasi tersebut kita langsung turun ke TKP dan memasang garis polisi hingga mendampingi pihak Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Bone Bolango melakukan olah TKP,” jelas IPDA Novika Veronika, S.Tr.K.

Kapolsek Tilongkabila juga menambahkan, dimana setelah dilakukan identifikasi, rencananya pihak Kepolisian akan melakukan otopsi terhadap korban, namun pihak keluarga menolak dan memilih langsung membawanya ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan.(*)

Penulis: Zulkifli Polimengo