Hargo.co.id, GORONTALO – Pekerjaan jalan Sahmina Nur di Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dikeluhkan masyarakat. Bukan hanya pekerjaan yang baru setengah jadi, tetapi jalan yang sudah dikerjakan setengah pun mendapat sorotan.
Anggota Komisi lll, Eman Mangopa mengatakan, ada kemiripan pembangunan infrastruktur jalan milik Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo.
“Kemiripan itu terdapat pada pembangunan jalan bersusun, saya pikir ada kemiripan antara pembangunan jalan ini. Coba lihat, di Kota Gorontalo ada Jalan Dua Susun atau JDS. Nah, di Kabupaten Gorontalo juga banyak jalan dua susun. Mirip kan,” ujar Eman kepada wartawan, Senin (13/06/2022).
Anggota Komisi III DPRD Bidang Bidang Pekerjaan Umum dan Perencanaan Pembangunan ini, memang kerap mengkritik program pemerintah daerah. Program yang sering Eman soroti tentang penggunaan dana pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) daerah untuk pembangunan infrastruktur jalan single years dan multiyears.
“Ini bukan atas dasar tidak suka kepada pemerintahan saat ini. Namun fakta di lapangan berbicara lain, bahwa banyak pekerjaan jalan yang tidak tuntas dikerjakan hingga 100 persen di tahun 2021, seperti proyek Jalan Arto Naue-Tuladenggi dan Jalan Milango Buhu-Bibiyahu,” ungkap Eman.
Berdasarkan hasil penelusuran Komisi III, lanjut Eman, sebagian pekerjaan single years untuk tahun 2021 yang dilanjutkan penyelesaiannya di tahun 2022 malah dibiarkan oleh para kontraktor dengan progres di bawah 50 persen. Menurut dia, hasil temuan tersebut sejalan dengan data yang milik Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo.
“Pernah data-data ini disampaikan langsung oleh kepala dinas waktu rapat kerja di DPRD. Artinya apa yang kami temukan di lapangan tidak dapat dibantah,” terang Eman.
Terbaru, kata Eman, kondisi pekerjaan infrastruktur jalan yang belum tuntas diselesaikan oleh pihak penyedia jasa telah menjadi guyonan di tengah masyarakat.
“Faktanya begitu, masyarakat menyebut jalan-jalan di Kabupaten Gorontalo, unik, bersusun. Guyonan itu karena jalan yang diaspal setengah badan jalan,” tutup Eman. (***)
Penulis: Deice Pomalingo
